OTT KPK

Jadi Tersangka di KPK, MA Berhentikan Sementara Itong Isnaeni Hidayat Sebagai Hakim

Dwiarso mengatakan, MA merasa terbantu atas upaya KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini.

Editor: Yaspen Martinus
Para-para.go.id
Mahkamah Agung (MA) memberhentikan sementara Itong Isnaeni Hidayat sebagai hakim, usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) memberhentikan sementara Itong Isnaeni Hidayat sebagai hakim, usai ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya.

"Bahwa oleh karena oknum hakim dan panitera yang menjadi objek tangkap tangan ini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka."

"Dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, maka hari ini juga yang bersangkutan telah diberhentikan sementara oleh Bapak yang mulia."

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Tambah Jadi 882 Orang, Paling Banyak Impor dari Arab Saudi

"Bapak Ketua Mahkamah Agung, sebagai hakim dan panitera pengganti."

"Jadi sudah ditandatangani SK-nya," ujar Plt Kepala Bawas MA Dwiarso Budi Santiarto, Jumat (21/1/2022).

Dwiarso mengatakan, MA merasa terbantu atas upaya KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini.

Baca juga: Ini Wajah Hakim PN Surabaya yang Diciduk KPK, Diduga Terima Suap Pengurusan Perkara

"Sehingga dengan adanya OTT ini semoga membantu Mahkamah Agung untuk mempercepat menjadi lembaga yang bersih dari praktik-praktik korupsi kolusi dan nepotisme," tuturnya.

MA, kata Dwiarso, mendukung KPK sepenuhnya dalam upaya ini.

"Mahkamah Agung mendukung sepenuhnya langkah-langkah hukum yang dilakukan oleh KPK, termasuk OTT yang dilakukan hari ini terhadap oknum hakim dan panitera pengganti PN Surabaya."

"Untuk itu, Mahkamah Agung mengucapkan terima kasih kepada KPK yang berkomitmen menegakkan hukum, khususnya dalam pemberantasan korupsi," ucap Dwiarso.

Kronologi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/1/2022).

Tim penindakan KPK mengamankan total lima orang dalam OTT tersebut.

Mereka adalah hakim PN Surabaya Itong Isnaini Hidayat, panitera pengganti PN Surabaya Hamdan, pengacara dan kuasa dari PT Soyu Giri Primedika Hendro Kasiono, Direktur PT Soyu Giri Primedika Achmad Prihantoyo, serta Dewi selaku sekretaris Hendro.

Baca juga: OTT di Pengadilan Negeri Surabaya, KPK Ciduk Hakim, Panitera, dan Pengacara

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved