OTT KPK

KRONOLOGI KPK Bekuk Bupati Langkat, Sempat Kabur Lalu Menyerahkan Diri ke Polres Binjai

KPK menetapkan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin mengenakan rompi tahanan, usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022) dini hari. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin, sebagai tersangka dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Langkat tahun 2020-2022.

Selain Terbit Rencana Perangin Angin, KPK juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka dalam perkara ini.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (18/1/2022) malam.

Baca juga: Arteria Dahlan Diduga Punya Lima Mobil Berpelat Nomor Sama, BK DPR Diminta Turun Tangan

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membeberkan kronologi tangkap tangan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK.

"Selasa, 18 Januari 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, KPK mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya."

"Di mana diduga telah ada komunikasi dan kesepakatan sebelumnya yang akan diberikan oleh tersangka Muara Perangin Angin," kata Ghufron dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (20/1/2022) malam.

Baca juga: Korupsi Proyek Satelit di Kemenhan, Kejaksaan Agung Cuma Tangani Tersangka dari Pihak Sipil

Setelah adanya laporan itu, tim KPK, kata Ghufron, langsung bergerak dan mengikuti beberapa pihak, di antaranya tersangka Muara Perangin Angin.

Muara Perangin Angin diketahui telah melakukan penarikan sejumlah uang di salah satu bank daerah.

"Sedangkan tersangka Marcos Surya Abadi, Shuhanda Citra, dan Isfi Syahfitra sebagai perwakilan Iskandar PA dan Terbit Rencana Perangin Angin, menunggu di salah satu kedai kopi," beber Ghufron.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kejaksaan Agung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda ke Penyidikan

Di kedai kopi yang tak disebutkan namanya itu, tersangka Muara Perangin Angin kemudian menemui para tersangka lainnya, untuk menyerahkan uang tunai senilai Rp786 juta.

Dari situ, tim KPK, kata Ghufron, langsung melakukan penangkapan dan mengamankan Muara Perangin Angin, Marcos Surya Abadi, Shuhanda Citra, dan Isfi Syahfitra, berikut uang tersebut, ke Polres Binjai.

Setelah itu, tim KPK, kata dia, menuju rumah pribadi Bupati Langkat untuk melakukan pengamanan, termasuk tersangka Iskandar.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 19 Januari: Rekor Baru Lagi di 2022, Pasien Positif Tambah 1.745 Orang

Namun, saat tiba di lokasi tersebut, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin dikabarkan tidak ada di tempat.

"Namun saat tiba di lokasi, diperoleh infomasi bahwa keberadaan TRP dan ISK sudah tidak ada, dan diduga sengaja menghindar dari kejaran Tim KPK," beber Ghufron.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved