Tawuran Pelajar

Polsek Cengkareng Gandeng Bapas untuk Menangani Bocah yang Membacok Pelajar di Cengkareng

Tawuran pelajar di Cengkareng, Jakarta Barat, kembali terjadi. Kali ini melibatkan seorang anak di bawah umur alias bocah.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
ILUSTRASI Tawuran pelajar - Polsek Cengkareng terpaksa menggandeng Bapas untuk turut menangani seorang bocah yang terlibat pembacokan di Taman Kencana. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Polsek Cengkareng sudah berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk memproses hukum dua pelaku pembacok RC di Taman Kencana, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat hingga tewas.

Kapolsek Cengkareng, Kompol Endah Pusparini menjelaskan, karena pelaku satu pelaku pembacokan berinisial AD masih di bawah umur.

Sedangkan eksekutornya berinisial AS sudah masuk kategori orang dewasa dan tidak perlu ada pendampingan Bapas.

"Tetapi untuk pelaku utama dan pemilik celurit yang melakukan perbuatan itu kami sudah berjalan (proses hukumnya)," ujarnya.

Baca juga: Komentari Nama Baru Ibu Kota Indonesia, Muhaimin Iskandar: Nusantara Itu Singkatan, NU Andalan Saya

Sedangkan, belasan pelajar yang diamankan Poslek Cengkareng sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing karena tidak ikut membacok.

Pihak sekolah juga sudah dipanggil ke Polsek untuk memberikan edukasi lebih ketat lagi kepada para siswa.

Sebab, saat ini Pembelajaran Tatap Muka sudah dimulai sejak awal Januari 2022 lalu.

"Pihak sekolah harus memastikan anak-anak tidak pulang secara gerombolan karena bisa mengundang tawuran," jelasnya.

Kemudian, belasan pelajar itu diminta membuat surat keterangan dan yang masih ditahan ada empat orang.

Karena dua orang pelajar lainnya hanya ikut serta dalam aksi tawuran bukan sebagai eksekutor.

Baca juga: Ibu Kota Negara Bakal Pindah, DPR dan Pemerintah Bakal Bikin Undang-undang Baru untuk Jakarta

"Kami sempat amankan 14 atau berapa banyak gitu, kita sortir dan dikeluarkan delapan orang, sampai saat ini yang masih dalam pengamanan empat anak, tapi yang dipulangkan wajib lapor," tuturnya.

Sebelumnya diketahui, viral seorang pelajar tertancap celurit dibagian kepalanya dan oleh rekannya dibawa ke rumah sakit.

Tapi nyawa RC tidak bisa tertolong lagi karena sesampai di rumah sakit sudah tidak bernyawa.

Polisi dengan cepat menangkap para pelaku tawuran dan hasilnya ada dua orang eksekutor pembacokan RC.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved