Polisi Buru 2 Penadah Barang Curian dari Komplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Bekasi

Polisi memburu dua penadah yang menampung barang curian dari komplotan pencuri spesialis rumah kosong di Bekasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/ Joko Supriyanto
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki, bersama Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Alexander Yurikho memperlihatkan barang bukti hasil ungkap kasus garong spesialis rumah kosong. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota tengah memburu dua penadah spesialis pencurian rumah kosong (rumsong) yang kerap beraksi di wilayah Bekasi Raya.

Sementara enam pelaku lainnya sudah berhasil diamankan.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki mengatakan jika dua penadah berinisial Y dan A. Merupakan penadah barang dan mobil curian dari hasil kejahatan para enam pelaku itu.

"Masih ada dua pelaku yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Saat ini masih dalam pengejaran," kata Kombes Pol Hengki, Rabu (19/1/2022).

Baca juga: Terduga Pencuri yang Bobol Kafe di Kemang Timur Raya Remuk Dihakimi Massa

Diungkapkan oleh Hengki, berdasarkan pemeriksaan diimana dari enam itu Alex (52), Agus (23), Agus (30), Dayat (46) dan Belong (46), serta Heri (35) memiliki peran masing-masing saat menjalankan aksinya. Sementara satu orang lainnya bernama Heri menjadi penadah hasil curian itu.

"Jadi mereka ini memiliki peran masing-masing saat menjalankan aksinya. Ada yang mengawasi, ada yang specialis mencari barang-barang yang ada di dalam rumah, ada yang sebagai otak dari aksi itu," katanya.

Para pelaku itu telah menjalankan aksinya hampir 1 tahun belakangan ini.

Baca juga: Kaca Mobil Dipecah Pelaku Pencurian, Brisia Jodie: Harga Tas yang Hilang dan Kaca Mobilnya Itu Mahal

Bahkan dari hasil kejahatan itu, Hengki menyebut sudah ratusan juta yang didapat oleh pelaku.

Hasil kejahatan itu tak lain untuk kebutuhan sehari-hari.

"Sudah lebih dari satu tahun, mereka menyasar ke Bekasi Kota dan Kabupaten. Dan perlu diketahui dari 6 ini ada 3 orang residivis, termasuk otak aksi kejahatan ini juga residivis," ujarnya.

Para pelaku ini biasanya melakukan aksinya dengan mencari rumah-rumah yang dalam kondisi kosong ditinggal oleh penghuninya. Pelaku biasanya melihat kondisi lampu maupun kondisi AC di luar ruangan rumah itu.

"Modus operasi tersangka yaitu mencuri rumah kosong yang ditinggal oleh penghuninya. Mereka biasa melihat lampu rumah apakah dalam kondisi mati atau tidak, lalu juga Kipas dari AC menyala atau tidak, kalo tidak menyala artinya rumah itu kosong," ucapnya.

Atas perbuatan pelaku, enam orang yang berhasil diamankan telah ditetapkan sebagai tersangka, dan dikenakan pasal 363 tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman 20 tahun penjara. 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved