Virus Corona

Angka Covid Jakarta Kembali Meningkat, Per 18 Januari Ada 453 Kasus, 856 Terpapar Omicron

Update kasus covid Jakarta hingga Selasa 18 Januari kembali naik. Ada 453 kasus aktif hingga total menjadi 4.297 orang

Shutterstock/angellodeco
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. Omicron terdeteksi di Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Update kasus covid Jakarta hingga Selasa 18 Januari 2022 kembali naik. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan, berdasarkan data terkini Dinkes DKI jumlah kasus aktif di Jakarta per 18 Januari 2022 naik sejumlah 453 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 4.297 (orang yang masih dirawat/isolasi).

"Perlu digarisbawahi bahwa 2.176 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 670 orang sehingga total 872.092 kasus, yang mana 222 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri," ucap Dwi pada keterangan tertulisnya yang dikutip, Rabu (19/1/2022).

Anak buah Anies Baswedan ini juga turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan virus Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta.

Dari 856 orang yang terinfeksi, sebanyak 663 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 193 lainnya adalah transmisi lokal.

Baca juga: Pakar Epidemiologi Sarankan Anak yang Melakukan PTM Harus Sudah Menerima Vaksinasi Covid Dua Dosis

Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19, yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus cukup signifikan.

Sementara itu, upaya 3T terus digalakan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas.

Data Dinkes DKI Jakarta mencatat, telah dilakukan tes PCR sebanyak 14.322 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 13.605 orang dites PCR per 18 Januari 2022 untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 670 positif dan 12.935 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen sebanyak 48.588 orang dites, dengan hasil 337 positif dan 48.251 negatif.

Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

Baca juga: Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kebijakan Impor Alat Kesehatan, Terutama Alat Swab Antigen

Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 108.068 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 755.752 per sejuta penduduk," tambahnya.

Adapun dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 854.204 dengan tingkat kesembuhan 97,9%, dan total 13.591 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

Lalu, untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 3,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,8%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.(m27)


BalasBalas ke semuaTeruskan

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved