Virus Corona

Pemprov DKI Diminta Evaluasi PTM 100 Persenn dan Siapkan Mitigasi Lonjakan Covid-19

Ketua Faksi Nasdem minta Pemprov DKI mengevaluasi PTM sekolah untuk mengantisipasi meluasnya varian omicron karena masih banyak yang belum divaksin

Istimewa
Ilustrasi - Fraksi Nasdem Jakarta minta PTM sekolah dievaluasi lagi untuk cegah penyebaran omicron. foto Pelaksanaan PTM 100 Persen di SDN 17 Cempaka Putih, Jakarta Pusat 

WARTAKOTALIVE.CON, GAMBIR - Pemerintah DKI Jakarta diminta untuk mengevaluasi metode pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah merebaknya kasus Covid-19, terutama varian Omicron.

Meski belum ada kasus kematian akibat Omicron, namun penyebarannya patut diwaspadai terutama bagi orang yang belum divaksin.

“Diharapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi PTM melihat penyebaran kasus Covid-19 saat ini,” kata Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino berdasarkan keterangannya, Selasa (18/1/2022).

Wibi mengatakan, kenaikan kasus Covid-19 perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta.

Pemerimtah juga dianggap perlu segera mengambil tindakan agar tidak terjadi lonjakan kasus korona yang semakin tinggi, jangan sampai kedepan kasus Covid-19 tidak terkendali.

Baca juga: Pemkot Depok Segera Gelar PTM 100 Persen, Kantin Tetap Tutup untuk Cegah Penyebaran Varian Omicron

Baca juga: Komnas Pendidikan Minta PTM di Jakarta Dimodifikasi, Wagub Ariza: Akan Kami Pertimbangkan

“Pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah mengantisipasi lonjakan kasus. Selain itu mengimbau masyarakat saat beraktivitas di lingkungan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar yang juga menjadi anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta.

Wibi mengatakan, bagi warga yang memenuhi syarat untuk melakukan vaksin booster atau ketiga agar mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Sebab indikator kesehatan masyarakat menjadi pertimbangan utama kenaikan PPKM.

Jika terjadi kenaikan status level PPKM, nantinya pemerintah akan melakukan pembatasan mobilisasi masyarakat secara ketat dan penutupan kembali dilakukan.

Mulai dari mal, perkantoran, tempar wisata dan lainnya sehingga berpengaruh kembali pada roda perekonomian masyarakat.

“Tentunya pemerintah pun perlu mengambil tindakan untuk mengantisipsi hal tersebut agar masyarakat tidak kesulitan ekonomi di masa PPKM,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus Covid-19 per 17 Januari 2022 naik sejumlah 28 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 3.844 (orang yang masih dirawat/isolasi).

"Perlu digarisbawahi bahwa 2.098 orang dari jumlah kasus aktif adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini bertambah 493 orang sehingga total 871.422 kasus, yang mana 129 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia.

Selain itu, Dwi turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan virus Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta.

Dari 825 orang yang terinfeksi, sebanyak 582 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 243 lainnya adalah transmisi lokal. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved