Berita Jakarta

Apresiasi 50 Tahun Bogasari Terhadap UKM, Tukang Roti Kaget Dapat 50 Gram Emas 

Ada 5 hadiah utama berupa 50 gram emas yang disuguhkan Bogasari di Gelegar BMC kali ini dalam rangka menyambut 50 tahun Bogasari

Penulis: M Nur Ichsan Arief | Editor: Alex Suban
dok bogasari
Acara Pengundian Gelegar Hadiah BMC (Bogasari Mitra Card) yang ditayangkan Sabtu (15/1/2022) malam 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sarip sangat terkejut dan terharu saat ditelepon Minggu (16/1/2022) pagi, kalau nama usahanya “Master Bread” muncul dalam di youtube akun @kreasibogasari dalam acara Pengundian Gelegar Hadiah BMC (Bogasari Mitra Card) yang ditayangkan Sabtu (15/1/2022) malam.

Nama usaha Master Bread ini muncul sebagai pemenang 50 gram emas yang merupakan hadiah utama Gelegar Hadiah BMC 2021.

Ada 5 hadiah utama berupa 50 gram emas yang disuguhkan Bogasari di  Gelegar BMC kali ini dalam rangka menyambut 50 tahun Bogasari. 

Acara Pengundian Gelegar Hadiah BMC (Bogasari Mitra Card) yang ditayangkan Sabtu (15/1/2022) malam
Acara Pengundian Gelegar Hadiah BMC (Bogasari Mitra Card) yang ditayangkan Sabtu (15/1/2022) malam (dok bogasari)

“Masya Allah, saya sama sekali belum pernah punya emas, apalagi nabung emas, saya benar-benar bersyukur kepada Allah SWT atas hadiah emas 50 gram ini, saya hampir tidak percaya kalau tidak dijelaskan langsung sama Kang Bambang dan Kang Wahyudi dari Bogasari. “kata Sarip.

Hal ini bisa dimaklumi karena ia takut tertipu, apalagi di masa pandemi ini.

“Ini merupakan hadiah yang luar biasa di awal tahun buat kami mitra UKM Bogasari,” ucap Sarip, yang dulunya pegawai di pabrik roti dan sejak 3 tahun lalu bikin roti sendiri di Bandung,

Setelah 8 tahun menimba ilmu di pabrik roti, mulai dari bagian produksi, sales, hingga bagian pengiriman, pria berusia 35 tahun ini memberanikan diri usaha bakery sendiri.

Sebelum pandemi usaha Master Bread menghabiskan sampai 160 kilogram atau 5 sak terigu Cakra Kembar.

Baca juga: Kisah Inspiratif: Titan88 Roti, Usaha Modal Dengkul yang Kini Hidupi Puluhan Pegawai

Baca juga: Arya Saloka dan Ferry Ardiansyah Kolaborasi Buka Toko Roti, Ada Roti Gulung Khas Papua

Ia memproduksi roti bakar, roti kasino, dan roti kadet. Pemasarannya terjauh sampai Sumedang dan Garut. Jumlah karyawan bisa sampai 9 orang.

“Di masa pandemic ini ada penurunan sebanyak 50%, kira-kira 75 kilogram terigu per hari dibantu 3 orang karyawan, saya tidak menyangka bisa beruntung mendapatkan hadiah ini, malah bikin saya jadi tambah semangat,” ucap Sarip yang sehari-hari dibantu juga sama istrinya, Yulianti.  

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved