Breaking News:

Kriminal

Pengendara Mobil Tabrak Rumah Warga, Pengemudinya Bandar Narkoba yang Lagi Dikejar Polisi

Di dalam mobil tersebut ada dua orang yang merupakan bandar narkoba yang panik dikejar Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Wartakotalive/Miftahul Munir
Kasie Humas Polres Barat Kompol Taufik (seragam biru) dan Kanit I Narkoba AKP Harry Gasgari (kemeja putih). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengendara mobil menabrak tiga kios dan satu rumah di kawasan Tangerang Selatan beberapa waktu lalu ternyata bandar narkoba yang berusaha meloloskan diri dari kejaran polisi.

Aksi pengendara mobil itu viral di sosial media dan terlihat warga sekitar berusaha menghakimi bandar narkoba tersebut.

Di dalam mobil tersebut ada dua orang yang merupakan bandar narkoba yang panik dikejar Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

Sehingga, bandar narkoba itu menancap pedal gas dan memporak porandakan pemukiman warga.

Kasatres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Danang Setiyo membenarkan bahwa meraka adalah bandar narkoba.

Baca juga: VIDEO Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Permata Pamulang

"Ya benar, anggota kami melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba di daerah Tangerang Selatan hingga menabrak kios dan rumah," kata Danang, Jumat (14/1/2022).

Di sisi lain Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Moch Taufik Iksan menjelaskan, keduanya merupakan bandar sabu yang panik saat akan ditangkap.

"Pelaku berusaha melawan petugas hingga nyaris menabrak anggota di lapangan saat di lakukan penangkapan," tegas dia.

Kemudian, pelaku melarikan diri hingga mobil yang dikendarainya hilang kendali dan menabrak sepeda motor serta bangunan milik warga.

Menurut Taufik, kedua pelaku sudah dilakukan pengintaian sejak lama dan penangkapan itu dipimpin langsung Kanit I Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Harry Gasgari.

"Pengejaran terhadap pelaku terhenti saat kendaraannya menabrak bangunan milik warga," tuturnya.

Beruntung, ketika itu ada anggota Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, sehingga warga tidak sampai menghikiminya.

Kendati begitu, Taufik tidak bisa menjelaskan secara rinci karena kasus ini masih dalam pengembangan.

"Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk menangkap jaringan kedua orang ini," katanya.(m26)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved