Breaking News:

Info Pemprov Jateng

Keluhkan Sulitnya Dapat Air Bersih, Akhirnya Warga Desa Sugihmas Miliki Saluran Air Bersih

Pemprov Jateng bekerjasama dengan Pemkab Magelang dan anggaran Dana Desa bergerak untuk membangun saluran air bersih sampai ke Desa Sugihmas.

istimewa
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek langsung tandon penampungan air, hingga panel surya penggerak pompa air pada proyek pembangunan saluran air bersih di Desa Sugihmas, Jumat (14/1/2022). Proyek tersebut telah selesai pada Agustus 2021 lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM, MAGELANG - Agus Santoso (50), masih ingat betul bagaimana sulitnya mendapat air bersih untuk keperluan sehari-hari. Hampir tiap hari, ia harus pulang pergi ke sungai untuk mengambil air dan memikulnya ke rumah.

Pada 2018 lalu, Agus Santoso bersama warga berani menyampaikan uneg-uneg tentang sulitnya air bersih itu ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Saat itu, Ganjar berkunjung ke desanya dan warga Wadul tentang sulitnya air bersih.

Ternyata keluhan warga itu membuahkan hasil. Pemprov Jateng bekerjasama dengan Pemkab Magelang dan anggaran Dana Desa bergerak untuk membangun saluran air bersih sampai ke Desa Sugihmas. Agustus 2021 lalu, proyek itu selesai. Kini, mereka bisa menikmati air bersih dengan tenang.

Ucapan terima kasih langsung disampaikan Agus Santoso dan ratusan warga lain ke Ganjar. Hari ini, Jumat (14/1/2022), Ganjar kembali datang ke Desa Sugihmas dan menengok proyek pembangunan saluran air itu.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek secara langsung tandon penampungan air, hingga panel surya penggerak pompa air pada proyek pembangunan saluran air bersih di Desa Sugihmas, Jumat (14/1/2022). Proyek tersebut telah selesai pada Agustus 2021 lalu.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek langsung tandon penampungan air, hingga panel surya penggerak pompa air pada proyek pembangunan saluran air bersih di Desa Sugihmas, Jumat (14/1/2022). Proyek tersebut telah selesai pada Agustus 2021 lalu. (istimewa)

"Terimakasih pak Ganjar, sekarang air sudah mengalir lancar. Ini berkat panjenengan, ini dulu yang kami usulkan ke bapak saat bapak ke sini tahun 2018," kata Agus.

Ganjar pun terlihat sumringah melihat warganya kini telah lepas dari kesulitan air bersih. Ia bahkan mengecek secara langsung tandon penampungan air, hingga panel surya penggerak pompa air yang dibangun dari bantuan Pemprov Jateng.

"Wah ini yang diusulkan dulu ya, Alhamdulillah sudah selesai. Jadi warga sudah aman ya untuk persoalan air," tanya Ganjar pada warga.

Ganjar pun mampir ke salah satu rumah warga. Ia memutar keran air yang ada di depan rumah itu. Air langsung mengalir dengan deras, saat tuas keran diputar Ganjar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek langsung tandon penampungan air, hingga panel surya penggerak pompa air pada proyek pembangunan saluran air bersih di Desa Sugihmas, Jumat (14/1/2022). Proyek tersebut telah selesai pada Agustus 2021 lalu.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek langsung tandon penampungan air, hingga panel surya penggerak pompa air pada proyek pembangunan saluran air bersih di Desa Sugihmas, Jumat (14/1/2022). Proyek tersebut telah selesai pada Agustus 2021 lalu. (istimewa)

"Iya, saya ingat saya ke sini tahun 2018. Waktu itu disambati warga karena daerah ini sulit sekali air. Kita coba berikhtiar, dan menemukan sumber air ada di desa bawah," kata Ganjar.

Waktu itu cukup sulit menemukan cara mengalirkan air dari bawah ke Desa Sugihmas yang terletak di atas. Akhirnya, dengan kolaborasi yang baik antara Pemprov Jateng, Pemkab Magelang dan Desa Sugihmas, air daru sumber di desa bawah di sedot ke atas menggunakan mesin.

"Ini effortnya luar biasa, karena harus ada tiga tandon. Air dari bawah dipompa naik ke tandon satu, dipompa lagi ke tandon dua dan dipompa ke tandon terakhir. Setelah itu, baru air bisa disalurkan ke warga," jelasnya.

Meski lama dan cukup rumit, namun ikhtiar itu kini membuahkan hasil. Ganjar sangat senang, karena warga sudah tidak perlu repot mengambilr air dari sungai menggunakan derigen.

"Kalau dulu harus angkat-angkat derigen dari sungai, apalagi kalau kemarau itu sulit betul. Insyaalah mulai sekarang sudah terpenuhi. Sejak 2018 diusulkan kemudian kita berikhtiar dan sekarang warga bisa mendapat manfaat," ungkap Ganjar.

Sementara itu, Kades Sugihmas Srianto mengatakan, memang sejak dulu desanya kesulitan air bersih. Jika musim kemarau, warga harus mengambil air jauh dari desa.

"Maka kami terima kasih pada pak Ganjar karena telah membantu warga kami dengan bantuan ini. Sekarang sudah lebih dari 500 kepala keluarga yang sudah memasang air bersih ini. Kami kenakan tarif cukup murah, yakni Rp 1.000 per kubik dan abodemen Rp 1.000," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved