OTT KPK

Bupati Penajam Paser Utara Dibekuk KPK, Rencana Pembangunan Ibu Kota Negara Dipastikan Tak Terganggu

Saan meminta semua pihak tidak mengaitkan penangkapan Abdul Gafur dengan rencana pembangunan IKN baru.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (tengah) mengenakan rompi tahanan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (13/1/2021). KPK menahan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud bersama 5 orang lainnya dengan barang bukti uang tunai Rp1 miliar dan rekening bank dengan saldo Rp447juta dan sejumlah barang, terkait kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Uang yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp950 juta dalam bentuk tunai.

Baca juga: DPR Pastikan Jadwal Pemilu 2024 Ditetapkan Bulan Ini

Uang itu langsung dibawa ke rumah Abdul Gafur di Jakarta Barat.

Setibanya di Jakarta, Nis Puhadi disambut orang kepercayaan Abdul Gafur lainnya, yakni Rizky, untuk mengantarkan uang itu menuju rumah Abdul Gafur.

Setelah itu, Abdul mengajak Nis dan Bendahara Umum Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis, ke salah satu mal di Jakarta, dengan membawa uang tersebut.

Baca juga: Gugat Presidential Threshold 20 Persen ke MK, Gatot Nurmantyo Takut Indonesia Punah

Atas perintah Abdul Gafur, Nur Afifa bahkan sempat menambahkan uang Rp50 juta agar nominalnya genap Rp1 miliar.

"Sehingga uang terkumpul sejumlah Rp1 miliar dan dimasukkan ke dalam tas koper yang sudah disiapkan oleh NAB (Nur Afifah Balqis)," tutur Alex.

Kendati demikian, Alex tidak merinci alasan ketiganya membawa uang Rp1 miliar ke sebuah mal di Jakarta.

Baca juga: Bakal Ditunjuk Presiden, Kepala Daerah Ibu Kota Negara Setingkat Menteri, Tak Ada DPRD

Sebelum bergegas meninggalkan mal, tepatnya di lobi, tim KPK yang bergerak di Jakarta langsung menangkap mereka.

KPK juga menemukan uang Rp447 juta di rekening Nur Afifa Balqis.

Uang tersebut juga diduga milik Abdul dari beberapa rekanan.

Baca juga: Pemerintah Cabut Larangan Masuk Warga dari 14 Negara di Tengah Amukan Omicron, Ini Alasannya

Tim KPK juga turut mengamankan beberapa pihak di Jakarta, yakni Muliadi, Welly, dan Achmad Zuhdi.

Sedangkan tim KPK di Kalimantan Timur mengamankan Supriadi, Asdar, Jusman, dan Edi Hasmoro.

KPK lantas menetapkan Abdul Gafur Mas'ud sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa proyek pembangunan jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2021-2022.

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 572 Orang, Mayoritas Bergejala Ringan dan Tanpa Gejala

KPK juga turut menetapkan 5 tersangka lainnya terkait perkara ini.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved