Begini Modus Sindikat Mafia Tanah di Bogor yang Raup Keuntungan Hingga Rp15 Miliar

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan para mafia tanah ini memperjual belikan aset negara hingga akibatkan kerugian terhadap korban

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Hironimus Rama
Polres Bogor merilis kasus mafia tanah di Kabupaten Bogor pada Kamis (13/1/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Kasus mafia tanah di Kabupaten Bogor berhasil dibongkar Satreskrim Polres Bogor.

Enam orang ditangkap dalam pengungkapan kasus ini dengan kerugian mencapai Rp 15 miliar.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan para pelaku mafia tanah ini memperjual belikan aset negara hingga akibatkan kerugian terhadap korban dan negara.

"Dalam tiga pengungkapan yang kita lakukan terhadap kasus mafia tanah ini,  kita berhasil mengamankan 6 orang tersangka," kata Iman, Kamis (13/1/2022).

Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya Laporan Polisi pada 2 November 2021 yang dibuat oleh Ahmad Khoerurizal terkait pemalsuan surat  dari Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) RI Perihal Permohonan Penerbitan SKPT dan Buka Blokir.

"Atas laporan tersebutlah kita lakukan penyelidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan, kita amankan 2 orang tersangka berinisial AS (54)  dan DH (44)," jelas Iman.

Mantan Kapolres Tangerang Selatan ini menjelaskan modus para  tersangka dalam melakukan aksinya tersebut adalah dengan melakukan pemalsuan surat-surat dari  (DKJN) dan SHGB No 1914.

Baca juga: Ketua DPRD DKI Skors Rapat Banggar, Desak Sekda Transparan soal Rincian Gaji Gubernur Anies

Baca juga: Nekat Loncat Dari Sepeda Motor, Bocah Perempuan di Tangerang Selatan Lolos Dari Aksi Penculikan

Baca juga: WHO Bilang Pemberian Vaksin Booster yang Sama Seperti Dosis Lengkap Bukan Langkah Tepat

"Surat palsu yang seolah-olah diterbitkan oleh DKJN ini digunakannya untuk membuka blokir  di BPN kabupaten Bogor,  serta terkait objek tanah milik negara yang mereka jual  kepada pembeli/ korban," papar Iman.

Setelah melakukan pengembangan kasus,  polisi lalu mengamankan para pelaku mafia lainnya yakni RF (54), AS (54), DH (44) dan IA (34).

"Mereka ini melakukan pemalsuan dokumen DKJN dan jual beli aset milik negara," tutur Iman.

Kasus ini diduga melibatkan orang dalam karena adanya pengawas dan tenaga pengawas honorer di DJKN Kementerian Keuangan yang ikut jadi tersangka.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat (14/1), Ketulusan Sagitarius Membawa Hasil, Aquarius Bosan

Baca juga: WHO Bilang Pemberian Vaksin Booster yang Sama Seperti Dosis Lengkap Bukan Langkah Tepat

Dari pengungkapan kasus mafia tanah ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 lembar surat  Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI.

Barang bukti lainnya berupa 1 lembar surat tanda terima Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI.

Selain itu, ada 1 bundel berkas surat permohonan penerbitan SKPT dan buka blokir, 2 CPU, 1 laptop, 1 printer, 1 keyboard, dan 1 flashdisk.

Baca juga: Nekat Loncat Dari Sepeda Motor, Bocah Perempuan di Tangerang Selatan Lolos Dari Aksi Penculikan

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat (14/1), Ketulusan Sagitarius Membawa Hasil, Aquarius Bosan

Tak hanya itu, masih ada surat tanda terima uang senilai Rp 5 Miliar, PPJB, surat kuasa , surat tanda terima BPN, photo copy surat DJKN, surat jawaban atas somasi dan 1 lembar photo copy surat S-715/KN.5/2017 tanggal 17 Mei 2017.

"Atas perbuatannya beberapa tersangka akan kita jerat dengan pasal  263 ayat 1-2 , yaitu dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun," tegas Iman.

"Beberapa pelaku lainnya akan kita kenakan pasal penipuan yakni pasal 378 dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun," tuturnya.

Sumber: Warta Kota
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved