Tak Terima Anggotanya Dipukul Oknum Aparat, Ratusan Pengemudi Ojek Daring Geruduk Mapolsek Pamulang

Ratusan pengemudi ojek daring menggeruduk Mapolsek Pamulang karena tak terima anggotanya dipukul oknum tentara.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Max Agung Pribadi
Tak Terima Anggotanya Dipukul Oknum Aparat, Ratusan Pengemudi Ojek Daring Geruduk Mapolsek Pamulang
Warta Kota/Rizki Amana
Ratusan driver ojol menggeruduk Mapolsek Pamulang, Minggu (9/1/2022) malam. Mereka tak terima ada anggotanya yang dipukul oknum aparat. (Istimewa)

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggeruduk Mapolsek Pamulang semalam.

Video unjuk rasa itu viral di sejumlah akun media sosial. 

Wartakotalive.com mendapati video viral tersebut dengan durasi 8 detik dari pesan berantai aplikasi Whatsapp. 

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Polisi Geruduk Kampung Narkoba, Gengster Sudah Siapkan Aneka Senjata Tajam

Kapolsek Pamulang, Kompol Sujarwo membenarkan adanya aksi ratusan pengemudi ojol yang menggeruduk Mapolsek Pamulang. 

Menurutnya aksi tersebut ditengarai adanya insiden pemukulan yang dialami seorang pengemudi ojol pada Minggu, 9 Januari 2021 malam. 

"Iya jadi ojol itu ke Polsek itu karena ada kesalahpahaman pada saat dia bersama dengan anaknya dipukul, karena faktor itulah," katanya saat dikonfirmasi, Pamulang, Kota Tangsel, Senin (10/1/2022).

Sujarwo menuturkan kronologi bermula dari seorang pengemudi ojol sedang melintas di Jalan Mujaer, Bambu Apus, Pamulang, Kota Tangsel. 

Baca juga: 24 Pelaku Pungli Sopir Truk Kontainer Ditangkap, Polisi Selidiki Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat

Namun, sang ojol yang sedang berboncengan dengan sang anak sempat cekcok dengan seorang pengendara mobil hingga terjadinya aksi pemukulan.

Belakangan diketahui pengemudi yang memukul itu oknum tentara. 

"Salah paham di jalan, versi dari si pengendara mobil sempat terhalang hingga turun gontok-gontokan tahu-tahu dipukul pengendara motor itu," ujarnya. 

Sujarwo pun membenarkan aksi pemukulan terhadap pengemudi ojol beserta anaknya tersebut dilakukan oleh seorang oknum tentara. 

"Iya (oknum tentara, red)," tuturnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved