Breaking News:

Film

Pembagian Layar Film di Bioskop Indonesia Sering Dianggap 'Tidak Adil', Apa Kata Pengamat Film?

Pembagian layar film di bioskop yang kerap dianggap 'tidak adil' masih menjadi masalah yang terus berulang di industri film Indonesia.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang. Pembagian layar film di bioskop yang kerap dianggap 'tidak adil' juga masih menjadi masalah yang terus berulang di industri film Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pembagian layar film di bioskop yang kerap dianggap 'tidak adil' masih menjadi masalah yang terus berulang di industri film Indonesia.

Pembagian layar untuk memutar film Indonesia disebut tidak berbanding dengan film impor, terutama garapan Hollywood.

Benny Benke, pengamat perfilman Indonesia, mengatakan, masalah klasik itu harus segera dibenahi.

Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang.
Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

"Bisnis bioskop di Indonesia ada yang 'menguasai'. Para pengelola bioskop ini menghidupi dirinya tanpa bantuan pemerintah," kata Benny Benke berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). 

Menurut Benny Benke, pembagian layar di bioskop untuk film Indonesia dan film impor sejatinya telah diatur dalam Undang-undang Perfilman.

Dalam undang-undang itu disebutkan, 60 persen layar bioskop diprioritaskan untuk memutarkan film-film nasional, dan 40 persen lainnya untuk film impor. 

Baca juga: Banyak Film Diputar Platform Digital Selama Pandemi, Benny Benke: Bagi Hasilnya Tak Bikin Deg-degan

Baca juga: Bikin Film di Indonesia Seperti Judi, Benny Benke: Tidak Ada Bisnis yang Lebih Gila Selain Buat Film

Kenyataannya, kata Benny Benke, "Itu tidak terjadi. Film Indonesia yang sudah dapat Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) pun penayangannya mungkin masih bisa dipersulit."

"Karena apa? Karena bioskop Indonesia masih dikuasai film impor, baik film Hollywood dan sebagainya. Padahal undang-undang sudah mengaturnya, tapi tidak berjalan," lanjutnya. 

Benny Benke mengatakan, pembagian layar bioskop yang tidak merata ini sering dikeluhkan sutradara dan produser film.

Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang.
Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

Untuk memajukan industri perfilman Indonesia dan supaya pembagian layarnya adik, Benny Benke menyebutkan, pemerintah harus turun-tangan.

"Bisnis perfilman akan maju jika ada sistem yang adil baik dari pelaku, penonton dan pengelola bioskop. Kalau sistem adil, bisnis perfiman akan berjalan untuk semua pihak," kata Benny Benke. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved