Breaking News:

Film

Banyak Film Diputar Platform Digital Selama Pandemi, Benny Benke: Bagi Hasilnya Tak Bikin Deg-degan

Kehadiran banyak film baru di platform streaming Over The Top (OTT) atau Video on Demand (VOD) menjadi tren di industri film selama pandemi.

Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang. Kehadiran banyak film baru di platform streaming Over The Top (OTT) atau Video on Demand (VOD) menjadi tren di industri film selama pandemi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kehadiran banyak film baru di platform streaming Over The Top (OTT) atau Video on Demand (VOD) menjadi tren di industri film selama pandemi.

Para sineas dan rumah produksi tetap aktif memproduksi film selama pandemi.

Kehadiran platform nonton film di dunia digital itu menjadi pengobat rindu para pecinta film saat bioskop ditutup selama pandemi.

Kehadiran banyak film baru di platform streaming Over The Top (OTT) atau Video on Demand (VOD) menjadi tren di industri film selama pandemi.
Kehadiran banyak film baru di platform streaming Over The Top (OTT) atau Video on Demand (VOD) menjadi tren di industri film selama pandemi. (wallpaperbetter.com)

Para sineas tetap membuat film sekalipun ditayangkan di platform digital.

Pengamat film nasional Benny Benke mengatakan, industri film Indonesia berusaha bangkit di tengah pandemi.

Selama pandemi, para sineas dan produser sangat berhati-hati saat membuat film, terutama untuk diputar di bioskop.

Baca juga: Bikin Film di Indonesia Seperti Judi, Benny Benke: Tidak Ada Bisnis yang Lebih Gila Selain Buat Film

Baca juga: Kampanye Menjadikan Film Indonesia Sebagai Tuan Rumah di Negeri Sendiri Sulit Diwujudkan, Mengapa?

"Bioskop sempat tutup selama pandemi, meski sekarang mulai dibuka lagi dengan prokes ketat dan jumlah penonton yang belum sepenuhnya full," kata Benny Benke berbincang bersama Wartakotalive.com.

Menurut Benny Benke, pemutaran film yang tayang di platform digital dianggap menjadi jalan terbaik saat ini.

Pembagian hasil pemutaran film di layanan digital juga disebutnya sangat manusiawi jika dibandingkan dengan bioskop konvensional.

Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang.
Pengamat film Benny Benke saat berbincang bersama Wartakotalive.com, Jumat (7/1/2022). Menurut Benny Benke, industri film Indonesia masih memihak pada film-film impor yang banyak ditonton orang. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

"Kalau ada film yang diputar ke OTT, harganya sangat save dan pembagian hasilnya tidak membuat deg-degan karena pay per view," ucap Benny Benke.

"Walau tidak ada bonusnya, tapi harga filmnya cukup aman," lanjutnya.

Meski begitu, ucap Benny Benke, nonton film di bioskop tidak bisa tergantikan dengan platform digital.

Baca juga: Rano Karno Mainkan Peran Utama Sebagai Ayah di Film Ada Mertua di Rumahku, Serius Tapi Bikin Tertawa

Baca juga: Film Cek Ombak (Melulu), Ada Mertua di Rumahku dan Enam Batang Diputar Klik Film di Awal Tahun 2022

Sensasi nonton film di bioskop tidak akan sama dengan nonton film di platform digital.

"Produser film tetap nggak mau rugi saat membuat film. Kalaupun rugi, ruginya ngga jauh dari modal. Mereka berpikir lebih aman tetap dapat pemasukan dari OTT," ucap Benny Benke.

"Saya yakin OTT akan tren lagi jika bioskop kembali ditutup karena munculnya Covid-19 varian baru," ujar Benny Benke. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved