Berita Bogor

Pelaku Penganiayaan Anak di Gunung Putri Terungkap, Ternyata Masih di Bawah Umur

Polres Bogor telah melakukan penyelidikan terhadap pelaku penganiayaan 7 anak di Gunung Putri yang viral di medsos beberapa waktu lalu.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Polres Bogor telah melakukan penyelidikan terhadap pelaku penganiayaan 7 anak di Gunung Putri yang viral di medsos beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Hironimus Rama

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Polres Bogor telah melakukan penyelidikan terhadap pelaku penganiayaan 7 anak di Gunung Putri yang viral di medsos beberapa waktu lalu.

Hasil penyelidikan Unit Reskrim Polres Bogor menunjukkan ada satu pelaku dalam kasus dugaan penganiayaan ini.

Pelaku berinisial RR ini ternyata masih berusia 17 tahun.

"Pelaku sudah ada, masih 17 tahun. Di bawah umur," kata Kabag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena, Sabtu (8/1/2022).

Mengingat usia pelakunya masih anak di bawah umur, maka upaya ke depannya harus diversi sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2012 tentang sistem Peradilan Pidana Anak.

"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana," jelas Ita.

Baca juga: Korban Geram Pelaku Perusakan Rumah dan Penganiayaan Anak Tak Ditahan Meski Sudah Tersangka

Baca juga: Gagal Deteksi Dini Kasus Penganiayaan Anak, Pemkot Tangsel Sebut Pandemi Covid-19 Alasannya

Karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun, pelaku RR tidak dilakukan penahanan sebagaimana tertuang dalam Pasal 80 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014.

"Pelaku hanya dikenakan wajib lapor," ungkapnya.

Penyidik masih menunggu hasil penelitian dari Bapas sebagai dasar untuk pelaksanaan diversi.

"Pelaku dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis," jelas Ita.

Penganiayaan yang dilakukan oleh RR terhadap tujuh ABG karena saling ejek di media sosial.

Baca juga: Dikritisi Kak Seto, Pemkot Tangsel Sebut Kasus Penganiayaan Anak Tak Hapus Predikat Kota Layak Anak

Dari situ pelaku kesal dan menghampiri para korban dan melakukan penganiayaan seperti video yang beredar.

"Saling ejek saja ketika korban lagi live di media sosial. Jadi pelaku kesal, terus nyamperin. Mereka tidak saling kenal, hanya masih sama-sama di wilayah Bogor. Korban hanya luka ringan," tutur Ita.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved