Pilkada 2024

Masa Jabatan Anies Berakhir Oktober 2022, Figur Pj Gubernur Jakarta Idealnya Lolos Empat Kriteria

Heru Budi Hartono dianggap berpeluang mengisi kekosongan kursi yang ditinggal Anies pada 16 Oktober 2022 sampai Pilkada serentak 2024 mendatang.

Biro Pers Setpres/Lukas
Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono dianggap berpeluang mengisi kekosongan kursi yang ditinggal Anies pada 16 Oktober 2022 sampai Pilkada serentak 2024. Foto dok: Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Hiruk pikuk sosok Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta yang bakal diisi pada Oktober 2022 mendatang, kini mulai terdengar.

Kepala Sekretariat Kepresidenan (Kasetpres) Heru Budi Hartono dianggap berpeluang mengisi kekosongan kursi yang ditinggal Anies pada 16 Oktober 2022 sampai Pilkada serentak 2024 mendatang.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Ray Rangkuti mengatakan, idealnya ada empat kriteria bagi sosok aparatur sipil negara (ASN) untuk menempati Pj Gubernur DKI Jakarta.

Video: Anies Baswedan Lengser, Siapa Pejabat Pengganti?

Pertama, penempatannya sesuai administratif, misalnya jarak antara jabatan yang akan diisi tidak terpaut jauh dengan eselonnya sekarang.

Kedua, calon Pj Gubernur harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap kondisi jabatan yang akan ditanganinya.

“Ketiga, memiliki kemampuan manajerial karena sebetulnya yang top bukan kemampuan politik bagi Pj, tapi manajerial,” kata Ray pada Minggu (9/1/2022).

Baca juga: Cerita Gubernur Anies Bersama Lego, Kucing Berkaki Tiga yang Istimewa

Baca juga: Siapa Calon Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan? Pratikno: Belum Ada Sama Sekali

“Jadi Pj itu tidak bisa mengambil kebijakan politik, sehingga keputusan manajerial sangat dibutuhkan dalam jabatan ini,” lanjut Ray.

Kriteria keempat, terakhir, kata Ray, figur calon Pj Gubernur harus memiliki prinsip-prinsip menjalankan pemerintahan yang baik (good governance).

Dia berharap, kepada pemerintah pusat untuk memperhatikan kriteria tersebut agar sosok Pj Gubernur yang dipilih nanti dapat menjalankan pemerintahan yang baik.

“Jadi, yang bersangkutan juga harus dilihat rekam jejaknya, punya masalah apa nggak dan kemungkinan ada tindak pidana korupsi atau tidak. Saya kira minimal empat syarat itu bisa terpenuhi,” jelas Ray.

Baca juga: Wacana Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2024, Politikus Golkar: Yang Penting Capresnya Airlangga

Meski demikian, Ray mengaku tidak begitu mengenal sosok Heru yang dianggap berpeluang menempati Pj Gubernur.

Ray mengatakan, siapapun berpeluang mengisi kursi Pj Gubernur selama sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Siapapun yang menempati posisi Pj Gubernur, siap-siap kita awasi,” ujar Ray.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved