OTT KPK

Uang Suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Mengalir ke Golkar? Firli Bahuri: Belum Terungkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri aliran suap yang diterima Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengenakan rompi tahanan, saat meninggalkan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, (6/1/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri aliran suap yang diterima Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen.

Termasuk, mendalami apakah uang tersebut mengalir ke partai politik atau tidak.

"Apakah uang mengalir ke parpol?"

Baca juga: Pansus RUU IKN dan Bappenas Studi Kerja ke Kazakstan Meski Ada Imbauan Tak ke Luar Negeri

"Saya mengatakan sampai hari ini belum terungkap."

"Tapi KPK tidak pernah berhenti," kata Ketua KPK Firli BahuriFirli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Kata Firli, tim penyidik bakal mengungkap pihak-pihak yang diduga turut menikmati uang suap yang diterima politisi Partai Golkar itu.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 6 Januari 2022, Pasien Baru Tambah 533, 209 Orang Positif, 7 Meninggal

Dia menyatakan akan mencari bukti lanjutan terkait hal tersebut.

"Tapi pada prinsipnya KPK bekerja dengan bukti permulaan yang cukup dan kecukupan bukti," ucapnya.

Kronologi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di Pemerintah Kota Bekasi.

Dugaan korupsi itu berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya, terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan .

Kesembilan tersangka itu adalah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE), Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Bunyamin (MB).

Baca juga: Dimulai 12 Januari, Pemerintah Belum Tetapkan Tarif Vaksin Booster

Lalu, Lurah Kati Sari Mulyadi (MY) alias Bayong, Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL).

Kemudian, Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min (LBM) alias Anen selaku swasta, Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) dan PT Hanaveri Sentosa (HS) Suryadi (SY), dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin (MS).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved