Protokol Kesehatan

Melanggar Aturan Protokol Kesehatan, 67.588 Orang Dijerat Sanksi Sosial di Sepanjang Tahun 2021

Sebanyak 67.588 orang di Jakarta Utara dijerat dengan hukuman kerja sosial sepanjang tahun 2021.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Sigit Nugroho
Dok. Kelurahan Tugu Selatan
Petugas monitoring protokol kesehatan di Keluhan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANJUNGPRIOK - Sebanyak 67.588 orang di Jakarta Utara dijerat dengan hukuman kerja sosial sepanjang tahun 2021.

Sanksi itu diberikan kepada warga yang tidak menaati protokol kesehatan seperti tidak memakai masker.

Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Yusuf Majid, mengatakan bahwa 67.588 orang warga Jakarta Utara yang terkena sanksi sosial selama tahun 2021 tersebar di enam kecamatan.

"Jumlah itu merupakan rekapitulasi penindakan Satpol PP tingkat Kota ditambah dengan Satpol PP pada enam kecamatan se-Jakarta Utara," kata Yusuf, Jumat (7/1/2022).

Baca juga: 2.053 Sekolah di Jaksel Gelar PTM 100 Persen, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Syarat Utama

Baca juga: Sandiaga Uno Imbau Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan Demi Kepulihan Ekonomi

Baca juga: Pastikan Pengunjung Taat Protokol Kesehatan, Satgas Lotte Shopping Avenue Patroli Rutin

Penindakan masker kerja sosial paling banyak di Kecamatan Tanjung Priok dengan 12.472 orang, kemudian Kecamatan Penjaringan 11.191 orang, dan Kecamatan Koja 11.200 orang.

Sementara di Kecamatan Pademangan sebanyak 9.901 orang, disusul Kecamatan Cilincing 8.992 orang, Kecamatan Kelapa Gading 7.354 orang.

“Untuk penindakan masker kerja sosial tingkat Jakarta Utara sebanyak 6.478 orang,” sambung Yusuf Majid.

Sementara untuk rekapitulasi penindakan masker dengan denda paling banyak dari Kecamatan Koja Rp 40.850.000, dan disusul Kecamatan Tanjung Priok Rp 17.650.000.

BERITA VIDEO: Sri Mulyani Kunjungi PATOK Titik Nol Ibukota Negara Baru di Kalimantan

Selanjutnya, Kecamatan Cilincing Rp 12.600.000, lalu ada Kecamatan Pademangan Rp 9.200.000, disusul Kecamatan Kelapa Gading Rp 7.450.000, dan Kecamatan Penjaringan Rp 3.950.000.

“Khusus tingkat Kota Jakarta Utara berhasil mengumpulkan Rp 117.350.000,” sambungnya.

Sehingga, total yang didapatkan dari denda se-Jakarta Utara sebesar Rp 209.050.000 dari sebanyak 1.214 pelanggar tertib masker yang memilih untuk membayarkan denda.

“Semuanya langsung disetorkan ke kas Daerah Provinsi DKI Jakarta," ungkap Yusuf Majid.

Masyarakat Jakarta Utara diharapkan lebih tertib menjalankan protokol kesehatan tahun 2022 ini terutama dengan adanya temuan kasus Covid-19 varian Omicron.

"Buat masyarakat yang memiliki gejala demam, batuk, kelelahan, sampai dengan kehilangan rasa atau bau secepatnya memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat dari tempat tinggalnya," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved