Berita Depok

Ditanya soal Anak Buahnya yang Terlibat Pemalsuan Surat Jual-beli Tanah, Wali Kota Depok Bungkam

Ditemani seorang ajudan, Idris berjalan lurus sembari sesekali melirik ke arah para wartawan. "

Penulis: resign | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Wali Kota Depok, Mohammad Idris, bungkam saat dimintai pendapat oleh wartawan perihal adanya pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan surat jual beli tanah di Kota Depok. 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Wali Kota Depok, Mohammad Idris, bungkam saat dimintai pendapat oleh wartawan perihal adanya pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan surat jual beli tanah di Kota Depok.

Pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Eko Herwiyanto.

Adapun tanah yang menjadi persoalan terletak di Jalan Masjid Al-Mukhlisin, Bedahan, Sawangan, Kota Depok.

Baca juga: Terseret Kasus Mafia Tanah, Kepala Dishub Depok Ditetapkan Jadi Tersangka

Saat ini, tanah milik mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS), Emack Syadzili, sudah dialihfungsikan sebagai Taman Pemakaman Umum (TPU) Bedahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. 

Saat ditemui di depan pintu masuk Gedung Pemkot Depok pada Jumat (7/1/2022) pukul 12.50 WIB, Idris berjalan cepat menuju mobil dinasnya.

Ditemani seorang ajudan, Idris berjalan lurus sembari sesekali melirik ke arah para wartawan. "

Mas, mas. Nanti ya, nanti. Bapak (Wali Kota) lagi buru-baru," kata si ajudan kepada wartawan.

Baca juga: Anggota DPRD Depok Nurdin Al Ardisona Tersangka Kasus Mafia Tanah,Partai Golkar Gelar Rapat Internal

Sementara itu, ditemui usai sholat Jum'at, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri, menyebut Kepala Dinas Perhubungan masih aktif sebagai ASN di Pemkot Depok.

"Iya kan prosesnya juga belum, baru ditetapkan. Saya mau masuk ruangan ya," singkat Supian yang bergegas menuju lift.

Selain Eko, ada tiga tersangka lain yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri.

Mereka adalah Burhanudin Abubakar sebagai pihak swasta, anggota DPRD Kota Depok Nurdin Al Ardisoma alias Jojon, dan Hanafi yang turut membantu Jojon dalam memuluskan upaya membuat surat pelepasan hak palsu.

Baca juga: Ada Warga Bangun Tembok Pembatas di Perumahan Pondok Kirana Asri, Satpol PP Depok Ancam Akan Bongkar

Adapun dalam kasus tersebut, penetapan Nurdin Al Ardisoma alias Jojon sebagai tersangka adalah dalam kapasitasnya sebagai Staf Kelurahan Bedahan pada tahun 2015.

Sedangkan Eko sebelumnya pernah menjabat sebagai Camat Sawangan.

Para empat tersangka diduga melakukan pemalsuan surat, menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik, penipuan, dan/atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, 266 KUHP, 378 KUHP, dan/atau pasal 372 KUHP juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP.

Baca juga: Pakar Hukum Tata Negara Turut Soroti Dugaan Mafia Tanah di Depok, Akan Beri Keterangan di PTUN

Baca juga: Dianggap Layak Maju Pilgub DKI hingga Jadi Capres, Gibran Tegaskan Masih Fokus Jadi Wali Kota Solo

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved