Sekolah Tatap Muka

Wagub Ariza Sebut Kehadiran Siswa Ikuti PTM 100 Persen di Ibu Kota Tinggi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut hingga hari Kamis (6/1/2022) ini proses kegiatan PTM berjalan dengan baik serta kehadiran pesert

Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/2022). Ariza menyebut hingga hari Kamis (6/1/2022) ini proses kegiatan PTM berjalan dengan baik serta kehadiran peserta didik pun tinggi. 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM GAMBIR -- Pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas dengan kapasitas 100 persen di DKI Jakarta sudah berlangsung empat hari. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut hingga hari Kamis (6/1/2022) ini proses kegiatan PTM berjalan dengan baik serta kehadiran peserta didik pun tinggi.

"PTM Alhamdulillah berjalan dengan baik sesuai dengan laporan kehadirannya tinggi, vaksinnya juga baik, prokesnya juga baik sampai hari ini tidak ada masalah yang berarti," ucap Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (6/1/22).

Video: Semua Kelas Saya Sapa Senang Semua, Happy Gitu

Menurutnya, bahkan hingga saat ini tidak diketemukan kasus aktif Covid-19. "Kemudian tidak ada kasus sampai hari ini," tambahnya.

Politikus partai Gerindra ini juga mengatakan bahwa mayoritas orangtua sangat antusias melihat anak-anak sudah bisa kembali belajar dengan kapasitas 100 persen.

"Kemudian juga yang perlu kami sampaikan orangtua senang anak-anak bisa sekolah kembali, anak-anak lebih senang lagi ketemu guru bisa belajar dengan baik. Kita tahu belajar jarak jauh tentu banyak sekali tantangannya hambatannya tentu dengan belajar langsung bagi anak jadi baik untuk mengetahui, memahami, mendapatkan ilmu di sekolah dan tentu lebih senang ketemu teman-teman," tandasnya.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Seluruh Sekolah di Jakarta Selatan yang PTM 100 Persen Siapkan Ruang Isolasi

Baca juga: Kasudin Pendidikan Jaksel Sebut 85,52 Persen Sekolah di Wilayahnya Sudah Gelar PTM 100 Persen

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI melalui Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akan kembali menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai Senin, (3/1/22).

Diketahui, berdasarkan kalender pendidikan bahwa tanggal 3 Januari 2022 merupakan hari pertama Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022, serta melihat kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta yang terkendali.

Relaksasi kebijakan ini sesuai dengan kondisi PPKM Level 1 yang diterapkan di Jakarta dan merujuk pada SKB 4 Menteri tertanggal 21 Desember 2021 Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, serta SK Kepala Dinas Pendidikan No. 1363 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Wagub Ariza: PTM 100 Persen Masih Terus Berlanjut, Meski Ada Peningkatan Kasus Omicron di Ibu Kota

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menyampaikan, PTM Terbatas dapat dilaksanakan dengan sejumlah ketentuan, yaitu capaian vaksinasi dosis 2 pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80 persen, capaian vaksinasi dosis 2 pada masyarakat lansia di atas 50 persen, serta vaksinasi terhadap peserta didik yang terus berlangsung sesuai ketentuan perundang-undangan di tingkat kota/kabupaten.

"PTM Terbatas dilaksanakan setiap hari. Jumlah peserta didik dapat 100 persen dari kapasitas ruang kelas dengan lama belajar paling banyak 6 jam pelajaran per hari. Protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh warga sekolah," ucap Nahdiana pada keterangan tertulisnya, Minggu (2/1/2021).

Lanjutnya, Nahdiana menambahkan, bagi peserta didik yang belum dapat mengikuti PTM Terbatas di sekolah lantaran pertimbangan orang tua, dapat memberikan keterangan kepada pihak sekolah dan akan tetap memperoleh layanan pembelajaran secara daring, serta tetap mendapat hak penilaian.

Diharapkan, orangtua dan masyarakat dapat memberikan dukungan agar pelaksanaan PTM Terbatas berjalan sesuai dengan prosedur yang ada.

Baca juga: Ariza Ingin PTM Kapasitas 100 Persen Berlanjut di saat Kasus Varian Omicron Meningkat

Ia juga mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan Active Case Finding (ACF) atau melacak kasus secara aktif sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Apabila warga sekolah terindikasi terpapar Covid-19, satuan pendidikan tersebut ditutup selama 5 hari dan pembelajaran dilaksanakan secara daring.

Satgas Covid-19 di sekolah akan melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kelurahan dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan penyemprotan disinfektan, termasuk melakukan tracing kepada warga sekolah yang berkontak erat. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved