Breaking News:

Berita Nasional

Proyek Pengendalian Banjir Kali Cakung Disebut KPK Dijadikan Objek Korupsi Rahmat Effendi

Dana penggantian lahan itu berasal dari APBD perubahan 2021 untuk belanja modal ganti rugi tanah dengan nilai anggaran Rp 286,5 miliar

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews/Jeprima
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat menghadirkan para tersangka kasus korupsi yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, (6/12/2022). KPK menetapkan 9 orang tersangka kasus korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di pemerintahan Kota Bekasi dan mengamankan barang bukti uang mencapai Rp 5,7 miliar. Perinciannya Rp 3 miliar dalam bentuk tunai dan sisanya saldo rekening buku tabungan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menerangkan pihaknya telah menetapkan sembilan orang tersangka dugaan korupsi yang melibatkan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dan beberapa ASN beserta pihak swasta.

Rahmat Effendi diduga terlibat kasus suap pembebasan lahan dan lelang jabatan. Terdapat empat proyek yang diduga dijadikan objek atas kasus yang menjerat orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut.

Dana penggantian lahan itu berasal dari APBD perubahan 2021 untuk belanja modal ganti rugi tanah dengan nilai anggaran Rp 286,5 miliar

Baca juga: Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Ditangkap KPK, Vicky Prasetyo: Sudah Seperti Abang Sendiri

"Ganti rugi yang dimaksud di antaranya pembebasan lahan sekolah di Rawalumbu senilai Rp 21,8 miliar, pembebasan lahan polder Rp 25,8 miliar, pembebasan lahan polder air di Kranji Rp 21,8 miliar, dan kelanjutan proyek gedung teknis Rp 15 miliar," kata Firli saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Rahmat Effendi selaku Walikota Bekasi diduga menetapkan lokasi pada tanah milik swasta dan melakukan intervensi dengan memilih langsung para pihak swasta yang lahannya akan digunakan untuk proyek dimaksud serta meminta untuk tidak memutus kontrak.

Diketahui bahwa Pemkot Bekasi berencana untuk membangun sejumlah polder dalam rangka pengendalian banjir.

Baca juga: VIDEO : Terjaring OTT KPK, Rumah Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tampak Tertutup Rapat

Ada pun polder Kranji sendiri direncanakan akan dibangun di pinggir Jalan I Gusti Ngurah Rai, seluas 2 hektar dan dibangun untuk mengurangi banjir akibat luapan Kali Cakung.

Keputusan untuk menentukan penetapan lokasi dan penggantian lahan berada pada ranah Dinas Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi, di mana JL sebagai kepala dinas juga telah diamankan oleh KPK.

Namun sayangnya, sebelum proyek itu bisa direalisasikan, Rahmat Effendi tersandung kasus korupsi. 

Baca juga: Buntut OTT KPK, Ruang Kadisperkimtan Kota Bekasi Disegel

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat menghadirkan para tersangka kasus korupsi yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, (6/12/2022)
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat menghadirkan para tersangka kasus korupsi yang melibatkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, (6/12/2022) (Tribunnews.com/Jeprima)

Pelayanan Pemkot Bekasi berjalan baik

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto memastikan jika pelayanan Pemerintah Kota Bekasi tetap berjalan pasca Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan suap.

"Kalau Pelayanan saya pastikan pelayanan berjalan seperti biasa apa adanya," kata Tri Adhianto, Kamis (6/1/2022).

Tri mengatakan jika pelayanan publik masyarakat harus tetap berjalan seperti  biasanya. Sehingga ia meyakini jika pasca apa yang terjadi saat ini, tidak mengganggu pelayanan di Pemerintah Kota Bekasi. 

Baca juga: Rahmat Effendi Terjaring OTT KPK, Tri Adhianto Pastikan Pelayanan Pemkot Tetap Berjalan

"Birokrasi itu kan sudah on the track mereka melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka pelayanan kepada warga masyarakat," katanya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved