Bekasi

Pengamat: Di Tengah Keberhasilannya Ada Kebijakan Rahmat Effendi yang Blunder

Bekasi menjadi lebih baik di masa kepemimpinan Rahmat Effendi, namun ada juga kebijakannya yang blunder.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok Humas Pemkot Bekasi
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meresmikan selter pengolahan sampah organik dan anorganik (plastik) di RW 09, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Wali Kota sempat menjajal mesin Rotary Kiln manual, yakni mesin pembuat pupuk kompos, dan melihat mesin pencacah plastik daur ulang ramah lingkungan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi diduga ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/1/2021) siang.

Politisi dari Partai Golkar itu diberitakan ditangkap bersama sejumlah pengusaha swasta, dan kini tengah diperiksa di Gedung Merah Putih KPK.

Sampai saat ini pihak KPK belum menjelaskan kepada publik kasus yang menjerat Wali Kota Bekasi itu.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas UNISMA, Adi Susila, berpendapat bahwa ada kebijakan Rahmat Effendi sebagai Wali Kota Bekasi yang dinilainya blunder pada 2018, atau pada awal periode kedua masa jabatannya.

Salah satunya adalah saat Pemkot Bekasi menerbitkan Kartu Sehat (KS), yang disebut Adi lebih "sakti" daripada BPJS Kesehatan pada tahun itu.

"Kebijakan Kartu Sehat itu menurut saya bagus, tapi berdampak negatif bagi keuangan daerah. Makanya waktu itu pengeluaran Pemkot Bekasi jadi membengkak," kata Adi saat dihubungi Rabu sore.

Dengan menggunakan Kartu Sehat itu warga ber-KTP Kota Bekasi tak hanya dapat berobat di rumah sakit swasta di Kota Bekasi, namun juga luar daerah.

Keuangan menipis

Alhasil keuangan daerah semakin menipis untuk membiayai pengobatan warga Kota Bekasi.

Kebijakan tersebut, sambung Adi, dikritisinya sebagai langkah Rahmat Effendi untuk menarik perhatian masyarakat sebelum Pemilu 2019.

"Bisa jadi itu cara Bang Pepen untuk menarik perhatian masyarakat sebelum pemilu. Dan memang dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat Kota Bekasi," katanya.

Lebih baik

Meski begitu, wajah Kota Bekasi di masa kepemimpinan Rahmat Effendi, selama dua periode ini, dinilai Adi mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik.

"Kalau dari segi pembangunan fisik, kita enggak bisa pungkiri. Banyak perubahan yang signifikan di Kota Bekasi, seperti pembenahan Stadion PCB, pembangunan fly over dari dana hibah Pemprov Jakarta, Underpass Bulak Kapal. Pembenahan Jalan Ahmad Yani," katanya.

Kemahiran Rahmat Effendi untuk melobi sejumlah pejabat daerah, provinsi, maupun nasional membawa banyak perubahan dalam pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi.

"Ya itu semua juga karena peran besar dari beliau yang pandai dalam melakukan lobi-lobi hingga ke tingkat atas. Banyak PSN (proyek skala nasional) yang berhasil dibangun saat beliau menjabat," kata Adi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved