Berita Bekasi

Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 1,1 M untuk Karangan Bunga, Ketua DPRD: Bentuk Perhatian Kepala Daerah

Meskipun anggaran karangan bunga senilai Rp 1,1 miliar ini menjadi perbincangan masyarakat, Choiroman menyebut dapat memahami hal itu.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Feryanto Hadi
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Ketua DPRD Kota Bekasi Choiroman Juwono Putro di sela pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Kecamatan Bekasi Selatan, Jumat (15/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM,BEKASI TIMUR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Choiroman menyoroti terkait pengadaan karangan bunga Rp 1,1 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022 yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

Choiroman menyebut jika anggaran tersebut bukanlah pemborosan anggaran karena nilai yang telah dianggarkan itu telah disesuaikan berdasarkan aktual realisasi anggarannya, sehingga Wali Kota maupun Wakil Wakil Kota bisa menggunakan sesuai dengan perencanaan yang ada.

"Kita memahami sebagai kepala daerah, maka di satu sisi ketidak hadiran Wali Kota dapat direpresentasikan dengan karangan bunga dan itu cukup memadai, karena itu tidak mungkin wali kota prioritas untuk memenuhi undangan berbagai instansi, bisa wisuda, pernikahan," kata Choiroman ditemui, Rabu (5/1/2022)

Baca juga: 600 Meter Jalan Rusak di Desa Pantai Bahagia Akhirnya Diperbaiki

Di sisi lain, pria yang juga berasal dari Fraksi PKS itu menyebut jika pemberian karangan bunga merupakan tradisi yang sudah berjalan sejak lama.

Karena menurut, Choiroman jika pemberian karangan bunga tersebut merupakan bentuk apresiasi perhatian sekaligus respon dari pejabat daerah.

"Dengan sedemikian undangan dia (Wali Kota) bisa memenuhi kewajiban untuk menjamin hubungan dan memelihara komunikasi dengan tokoh masyarakat, institusi, bisa komunitas, bahkan tokoh masyarakat yang bisa dihargai. Misalnya ada hajatan, pelantikan," katanya.

Baca juga: Pemkot Bekasi Anggarkan Karangan Bunga Senilai Rp.1,1 Miliar di APBD

Menyikapi anggaran yang dikucurkan berasal dari APBD yang juga merupakan uang rakyat, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran Kota Bekasi menyebut jika kepala daerah juga merupakan perwakilan rakyat, sama halnya dengan kepala daerah lainnya.

"Wali Kota apapun konteksnya, merupakan kepala daerah. Dia memiliki apa namanya ya. Mewakili, warga kota Bekasi sebagai kepala daerah, sama dengan kepala daerah lainnya, Gubernur mewakili warga jabar misalnya, Presiden kepala negara, nah simbol tersebut patut kita hargai," ujarnya.

Meskipun anggaran karangan bunga senilai Rp 1,1 miliar ini menjadi perbincangan masyarakat, Choiroman menyebut dapat memahami hal itu. 

Baca juga: Rampung Dibangun, Underpass Bulak Kapal Bekasi Mulai Diuji Coba

"Ya gak apa apa, namanya masyarakat demokratis pastilah ada pro dan kontra. Dan yang ngaku setuju pun bisa dimengerti," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved