Sampah

Pemkab Tangerang Mulai Kewalahan Hadapi Lonjakan Volume Sampah, Minta Masyarakat Bantu

Pemkab Tangerang minta masyarakat turut membantu mengatasi persoalan sampah, mengingat saat ini cenderung meningkat.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi - Pemkab Tangerang kewalahan menghadapi lonjakan volume sampah di wilayahnya. Karena itu butuh peran serta masyarakat mengatasinya. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang memaksimalkan peran serta masyarakat untuk mengurangi sampah di tahun 2022.

Karena volume sampah terus meningkat jika masyarakat tidak ikut berperan. 

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kabupaten Tangerang, Samsul Romli mengatakan peran masyarakat sangat penting dalam menekan jumlah sampah.

Baca juga: Dinas Pendidikan DKI akan Tutup Sekolah Lima Hari Jika Ditemukan Kasus Varian Omicron

Berdasarkan data, volume sampah di Kabupaten Tangerang selama 2021 berjumlah kurang lebih 820.000 ton, dengan rata-rata per hari 2.250 ton sampai 2.500 ton. 

Tentunya volume sampah itu cukup besar kalau setiap tahun jumlahnya sama. 

"Fokus kita adalah mendorong kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," ujarnya, Selasa (4/1/2022).

Dia menerangkan berbagai upaya telah dilakukan Bidang Kebersihan DLHK Kabupaten Tangerang dalam menekan volume sampah untuk bisa terus berkurang.

Baca juga: Gaga Muhammad Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Bikin Laura Anna Lumpuh dan Berkendara Usai Minum Alkohol

Diantaranya penerapan Tempat Pengelolaan Sampah Reduse Reuse Recycle (TPS3R) di 28 tempat yang tersebar di masing-masing Kecamatan dan bank sampah induk serta unit. 

"Sementara peran masyarakat saat ini didorong dengan memaksimalkan pemanfaatan maggot dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) demi mengurangi volume sampah," kata Samsul.

Dirinya juga berharap masyarakat di setiap rumah dapat memilah sampahnya sendiri. Salah satunya, DLHK menggencarkan program sedekah sampah yang diwujudkan dengan Mini Collection Point.

Baca juga: Sebanyak 1 Juta Kendaraan Tercatat Melintas Di Jalan Tol Trans Sumatera Selama Libur Nataru

Yakni kotak pengumpulan sampah botol plastik yang diletakkan di beberapa pesantren, masjid atau mushalla untuk mendukung peran masyarakat. 

"Kita juga harus mendorong bahwa sampah itu harus dipilah dimulai dari sampah rumah tangga. Ini selalu kita sosialisasikan ke masyarakat," ungkapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved