Pandemi Virus Corona

Akibat Pandemi Virus Corona, Angka Kriminalitas di Jakarta Pusat pada Tahun 2021 Turun Drastis

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menyatakan pandemi virus corona membuat angka kriminalitas turun.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Valentino Verry
tribunnews
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menyatakan angka kriminalitas saat pandemi virus corona turun drastis. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Selama satu tahun, 1.009 kasus kriminal terjadi di wilayah Jakarta Pusat. Sebanyak 828 kasus diselesaikan.

"Kriminal secara umum itu terjadi penurunan ya, ini juga penanganan kasusnya itu dari 1.009 kasus, clearance-nya 828 kasus," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi, Sabtu (1/1/2022).

Baca juga: Teh Celli Ingin Pandemi Virus Corona Cepat Beres agar Pembangunan Infrastruktur Bisa Dilakukan

Kasus kriminal yang paling menyita perhatian publik, yakni kasus premanisme di Kemayoran, mafia tabung oksigen, dan kasus ujaran kebencian Aktual TV.
Selain itu, selama tahun 2021 sebanyak tujuh orang meninggal karena kecelakaan.

Sementara 24 orang luka berat, 506 orang luka ringan, dan kerugian materiil capai Rp 644 juta.

Kemudian terkait dengan aksi unjuk rasa ini ada 677 demo.

Dari 677 ini terdiri dari aksi organisasi, buruh, dan mahasiswa.

Baca juga: Serse Narkoba Polda Metro Jaya Puas Pengelola Kafe dan Bar di PIK Taat Aturan saat Malam Tahun Baru

 "Ada 120 nya tidak ada surat tanda penerimaan laporan artinya tidak dapat ada rekomendasi dari kepolisian, karena pandemi kira menghindari kerumunan, namun masyarakat tetap menyampaikan aspirasinya, tetap kita jaga," ucap Hengki.

Sementara itu terkait kasus narkoba selama 2021, ada 741 kilogram (kg) peredaran sabu diungkap Polres Metro Jakarta Pusat. Mayoritas datang dari Timur Tengah.

Hengki mengatakan, sebanyak 618 kg sabu berasal dari Iran, kemudian 128  kg datang dari Malaysia.

"Jadi sekarang ada modus justru datang dari Timur Tengah, yang besar, yaitu 618 kg sabu dan Malaysia 123 kg sabu, jadi total adalah 741 kg, khusus Jakarta Pusat," kata Hengki.

Baca juga: Mantap, Girry Pratama Rayakan Tahun Baru Bersama Wanita Bule di Spanyol

Angka peredaran sabu itu naik drastis dibanding tahun 2020 lalu.

Pada tahun 2020 ungkapan sabu hanya capai 26.000 gram, sementara 2021 sebanyak 771.000 gram, termasuk jaringan internasional.

Angka ungkapan sabu naik drastis diduga karena Satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat menerapkan strategi yakni pre-emptive strike. 

Dari ungkapan itu, sebanyak 381 orang diamankan karena kasus narkoba. Di antaranya 353 laki-laki dan 28 perempuan.

"Dan 90 persennya adalah bandar," ungkap Hengki.

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved