Sekolah tak Layak

Prihatin, Pelajar SMPN 6 Kota Tangsel Terpaksa Belajar di Luar Ruangan Akibat Kelas tak Layak

Memasuki tahun 2022, Pemkot Tangsel dikejutkan oleh keberadaan SMPN 6 yang tak layak dan mengakibatkan proses belajar siswa terganggu.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Kondisi lantai 2 gedung SMPN 6 Kota Tangsel mulai rapuh dan mengkhawatirkan bagi siswa yang belajar. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Nasib malang dialami sejumlah pelajar Kelas IX SMPN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel). 

Pasalnya para pelajar tersebut tak lagi dapat melakukan kegaiatan belajar mengajarnya usai atap ruang kelasnya rusak parah hingga nyaris runtuh. 

Wakil Kepala SMPN 6 Kota Tangsel, Aep Saipul mengaku pihaknya terpaksa memindahkan ruang belajar para pelajarnya tersebut ke ruang sementara. 

Baca juga: Ramalan Cinta Tahun 2022: Libra banyak Cinta Menghampiri, Scorpio Ada Ganjalan

Bahkan kata ia sejumlah pelajar terpaksa menggunakan ruang aula sementara agar terhentinya kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah kondisi gedung yang mengkhawatirkan. 

"Nah itu membahayakan sekali buat siswa-siswa kita. Di atas ini ada tiga ruang berarti tiga kelas, Kelas 9.1, 9.2, dan 9.3. Sudah pertengahan November awalnya orang tua datang ke sini khawatir anaknya," kata Aep di lokasi, Kota Tangsel, Kamis (30/12/2021).

"Karena kami tidak punya ruangan lain tetap masih kita paksaan awal-awalnya. Tetapi karena kondisinya lebih parah, akhirnya ya kami tutup untuk tidak digunakan ruang belajar ada satu kelas belajar di Lab IPA, satu kelas di Lab Komputer dan satu kelas di ruang terbuka atau Aula," sambungnya. 

Baca juga: Polres Metro Jakarta Barat Gagalkan Peredaran Narkoba Jenis Ekstasi untuk Perayaan Malam Tahun Baru

Aep menuturkan kerusakan yang terjadi pada ketiga atap ruang Kelas IX itu bukan tanpa sebab. 

Menurutnya, kerusakan parah itu diakibatkan bangunan yang telah rapuh termakan usia. 

Ditambah, tak ada renovasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel terkait rapuhnya bangunan tersebut. 

"Ini ruangan di atas dan ruangan di bawah ini adalah ruangan yang didirikan dibangun tahun 1992. Sekian lama tersebut belum ada perbaikan terutama di bagian atap itu menggunakan atap genteng yang sudah tidak layak," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved