Khawatir Banyak Orang Tua Terpapar Hoaks Bahaya BPA, Kak Seto Minta BPOM dan Kemenkes Klarifikasi

Kak Seto mengkhawatirkan banyak orangtua yang terpapar hoaks yang berkembang terkait isu BPA ini.

Editor: Mohamad Yusuf
YouTube@ BNPB Indonesia
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi di Kantor BNPB, Sabtu (25/4/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Psikolog Anak sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto, meminta agar Badan POM dan Kemenkes membuat klarifikasi yang benar terkait isu Bisphenol A (BPA).

Kak Seto mengkhawatirkan banyak orangtua yang terpapar hoaks yang berkembang terkait isu BPA ini.

“Isu hoaks bahaya BPA di galon guna ulang ini harus betul-betul mendapat klarifikasi pihak yang berwewenang seperti dari BPOM atau Kemenkes. Mohon segera diklarifikasi sehingga berbagai kesalahpahaman masyarakat tidak semakin berkembang,” kata Kak Seto, dalam siaran tertulisnya, Kamis (30/12/2021).
 

Dia pun menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satupun orangtua dari anak penderita autis  yang melapor ke LPAI hanya karena penggunaan air minum galon guna ulang. 

“Sampai saat ini LPAI belum pernah mendengar laporan ada anak yang menderita autis karena terlalu banyak minum air galon," ujarnya

Seperti diketahui, isu BPA saat ini menjadi topik hangat di masyarakat.

Terkesan, isu ini sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan produk-produk tertentu yang menjadi pesaingnya.

Padahal, atas permintaan Badan POM, Kemenkominfo telah menetapkan isu BPA ini sebagai disinformasi atau hoaks.  

Sebelumnya, Badan POM mengeluarkan rilis terbarunya pada Selasa, 29 Juni 2021 lalu, yang merupakan rilis keduanya terkait isu BPA ini.

Dalam rilisnya, Badan POM dengan tegas menyampaikan bahwa  hasil sampling dan pengujian laboratorium terhadap kemasan galon air minum dalam kemasan (AMDK) jenis polikarbonat (PC) atau galon guna ulang yang dilakukan pada tahun 2021 menunjukkan adanya migrasi Bisfenol A (BPA) dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bpj.

Nilai ini jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM, yaitu sebesar 0,6 bpj.

Penjelasan BPOM RI tentang kandungan Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon AMDK yang digunakan secara berulang ini dirilis Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan di laman resmi BPOM RI untuk  mengklarifikasi berita-berita yang tidak benar soal Bisfenol A (BPA) pada kemasan galon AMDK akhir-akhir ini.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kepada masyarakat bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang yang beredar hingga kini aman untuk dikonsumsi.

Dalam rilisnya itu BPOM menjelaskan bahwa BPA adalah senyawa kimia pembentuk plastik jenis Polikarbornat (PC).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved