Berita Jakarta

Ingin Pusatkan Lokasi Unjuk Rasa, Irjen Fadil Imran Berniat Bikin Taman Demokrasi di Jakarta

Fadil Imran mengatakan, saat ini ada beberapa titik disepakati untuk menjadi Taman Demokrasi.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI -Polda Metro Jaya berencana membuat Taman Demokrasi.

Di lokasi itu demonstrasi di wilayah Jakarta dapat terpusat di satu tempat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan bahwa Jakarta menjadi sentral pemerintahan.

Sehingga, di masa pandemi Covid-19 saja tepatnya tahun 2021 tercatat ada 1.261 aksi unjuk rasa terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Baca juga: Munjirin Peringatkan Pengelola Tempat Hiburan di Jaksel Ikuti Aturan PPKM pada Malam Tahun Baru

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Ungkap Selama Tahun 2021, Kecelakaan Lalin di Ibukota Jakarta Capai 7.968 Kali

Demonstrasi tertinggi terjadi pada Maret 2021 yakni tercatat 202 aksi.

Kemudian terendah Juni dengan 13 demonstrasi.

Diduga rendahnya aksi unjuk rasa demonstrasi pada Juni 2021 lalu lantaran karena kasus pandemi Covid-19 yang meningkat tajam.

Banyaknya angka demonstrasi di tengah pandemi Covid-19, Fadil berencana membuat Taman Demokrasi.

"Jadi mereka yang unjuk rasa perlu dapat ruang dan tempat, kami akan diskusi untuk siapkan ruangnya," ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Viral, Video Mesum di Jakarta Utara, Dua Sejoli Ditangkap Polisi

Fadil mengatakan, saat ini ada beberapa titik disepakati untuk menjadi Taman Demokrasi.

Ia akan diskusi dulu dengan pihak terkait seperti Pemprov DKI Jakarta untuk mengadakan taman tersebut.

Ide itu disambut baik oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Baca juga: JPO di Matraman Bakal Disulap seperti JPO Sudirman-Thamrin, Dilengkapi Lift dan Konsep Unik

Said mengatakan bahwa negara-negara yang indeks demokrasinya tinggi memang menyediakan ruang-ruang untuk publik melakukan unjuk rasa.

"Kami terima kasih dan selamat lanjutkan. Kami apresiasi apabila ada Taman Demokrasi, sebab di negara-negara demokrasi selalu ada lokasi sampaikan hak-haknya," kata Said di Polda Metro Jaya.

Terpenting kata Said, Polda Metro Jaya juga harus membentuk sebuah forum yang memungkinkan semua kelompok bisa berdialog bersama.

Baca juga: Sepanjang 2021, 30 Ribu Kejahatan Terjadi di Jakarta, Terbanyak Kasus Narkoba

Sehingga sebelum buruh unjuk rasa, jauh lebih baik Kapolda Metro bisa sampaikan langsung aspirasi buruh ke Kapolri, Menteri, atau bahkan Presiden RI.

Sebab, dalam setiap aksinya para buruh hanya butuh didengar dan diberikan solusi bukan untuk membuat kekacauan. (Des)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved