Kamis, 30 April 2026

Virus Corona

Cegah Omicron Meluas, Sudin Kesehatan Jakarta Selatan Gencarkan Testing dan Vaksinasi Covid-19

Guna mencegah penyebaran Omicron secara luas di wilayahnya, Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengambil berbagai kebijakan.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q |
dailymail.co.uk
Bagaimana Varian Omicron memiliki resistensi terhadap vaksin. Varian Omicron kini telah masuk ke sejumlah negara, seperti Inggris, Afrika Selatan, Hong Kong, Israel, Belgia dan Indonesia. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan LQ

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengambil berbagai kebijakan guna mencegah penyebaran Omicron secara luas di wilayah tersebut.

Satu di antaranya adalah dengan menggencarkan pelacakan kontak erat atau tracing.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan M Helmi mengatakan, upaya itu dilakukan sebagai langkah antipasi penyebaran Omicron.

"Kami memang dalam mencegah kasus tersebut kami lakukan testing dan tracing," ujar Helmi, dalam keterangan yang diterima, Kamis (30/12/2021).

Selain itu, Helmi menuturkan pihaknya juga terus membarengi dengan percepatan vaksinasi bagi masyarakat.

Diketahui, proses vaksinasi coronavirus disease atau Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini.

Baca juga: Kasus Omicron Bertambah, Pemerintah Belum Berniat Ubah Kebijakan Libur Nataru

Baca juga: Menko PMK Bilang Transmisi Lokal Omicron Masih Bisa Dikontrol, Belum Sampai Berkembang Biak

"Iya, vaksinasi Covid-19 kan sedang berlangsung, apalagi yang buat anak-anak," kata Helmi.

Sebelumnya, Sudinkes Jakarta Selatan melakukan tracing pada 30 pegawai restoran di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/12/2021).

Hal tersebut dilakukan oleh Sudinkes Jakarta Selatan menyusul terdeteksinya satu kasus transmisi lokal varian baru Omicron di Jakarta.

Satu pasien transmisi lokal itu sempat mengunjungi sebuah restoran di Mal Ashta District 8 SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Tambah Jadi 68, Pasien Teranyar Pulang dari Arab Saudi, Turki, dan UEA

Helmi mengungkapkan, tracing dilakukan kepada 30 pegawai restoran di SCBD tersebut dengan menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Saat ditanya soal hasil tes 30 pegawai restoran itu, Helmi belum bisa memberikan secara pasti kapan hasilnya keluar.

"Justru itu saya mau tanya dulu," kata Helmi. (M31)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved