Ujaran Kebencian

Minta Maaf Menista Agama, Yahya Waloni: Saya Merasa Bodoh

Yahya Waloni mengakui perbuatannya dan memohon maaf kepada Umat Kristen dan masyarakat Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa via Tribun Timur
Muhammad Yahya Waloni dituntut hukuman 7 bulan penjara dan denda Rp50 juta, atas kasus dugaan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Muhammad Yahya Waloni dituntut hukuman 7 bulan penjara dan denda Rp50 juta, atas kasus dugaan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) itu digelar di ruang sidang Kusumah Atmadja Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/12/2021).

Menanggapi tuntutan itu, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa Yahya Waloni untuk mengajukan nota pembelaan alias pleidoi.

Baca juga: Molnupiravir dan Paxlovid Siap Dipakai Tahun Depan, Khusus Pasien Covid-19 Berkategori Sehat

"Saudara terdakwa sudah mendengar tuntutan dari penuntut umum, saudara akan menyatakan pembelaan atau pleidoi? Kapan?" tanya hakim dalam persidangan.

Menyikapi pertanyaan hakim, Yahya Waloni menyatakan langsung memberikan nota pembelaan tersebut pada sidang yang sama, secara lisan.

"Paham yang mulia, saya akan menyatakan pleidoi secara lisan hari ini jika masih ada waktu," ucap Yahya Waloni.

Baca juga: Jabatan Pangkostrad Masih Kosong Dinilai Bisa Ganggu Regenerasi dan Munculkan Spekulasi Politik

Hakim menyetujui permintaan Yahya Waloni itu

Dalam pleidoinya, Yahya Waloni mengakui perbuatannya dan memohon maaf kepada Umat Kristen dan masyarakat Indonesia.

"Saya juga melihat dan sekaligus, disadarkan oleh Bareskrim itu, saya merasa itu bukan pribadi saya yang berbicara."

Baca juga: Jabatan Pangkostrad Masih Kosong, Panglima TNI Bilang Masih Tunggu Sidang Wanjakti

"Saya merasa bodoh, saya merasa orang yang tidak pernah, seperti yang tidak berpendidikan," tutur Waloni.

Padahal, kata Waloni, ia pernah mengemban ilmu pendidikan filsafat.

Saat menempuh pendidikan itu, Waloni mengaku diajari mencintai dan menghargai segala makhluk yang ada di muka bumi ini.

Baca juga: MAKI Bakal Ajukan Praperadilan Jika KPK Ikuti Jejak TNI AU Setop Kasus Pengadaan Helikopter AW-101

Ia berharap, perkara ini bisa membuatnya menjadi lebih baik.

"Saya belajar ilmu filsafat, yang harus mencintai segala makhluk, dan saya menyadari penuh bahwa apa yang saya lakukan ini akan membawa saya lebih baik ke depan."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved