Minggu, 26 April 2026

Berita Video

VIDEO Yohana Berdagang di Perahu Setelah Dipecat Pabrik Ikan

Berstatus sebagai pengangguran, Yohana lantas ingin mewujudkan impiannya untuk berdagang di atas perahu, dengan lokasi berjualan di pelabuhan Sunda Ke

Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Dikeluarkan dari karyawan tak menyurutkan niat Yohana untuk terus berusaha mencari pundi-pundi uang.

Yohana terus mencari akal untuk mendapatkan pemasukan, apalagi dirinya telah memiliki seorang buah hati.

Sebelumnya, dirinya merupakan karyawan di salah satu pabrik ikan di Muara Baru. Hanya saja, akibat pandemi Covid-19 membuat perusahaan menerapkan kebijakan pengurangan karyawan.

Yohana pun masuk ke dalam kelompok karyawan yang dikurangi. Alhasil, pekerjaan yang ia geluti sejak 2014-an itu pun terpaksa ia tinggalkan.

Berstatus sebagai pengangguran, Yohana lantas ingin mewujudkan impiannya untuk berdagang di atas perahu, dengan lokasi berjualan di pelabuhan Sunda Kelapa.

Namun, rasa malu sempat menghampiri dirinya. Ia pun mencoba mengajak salah seorang temannya untuk berjualan bersama-sama. 

Bak gayung bersambut, kini ia dan rekannya yang merupakan keluarganya juga tersebut akhirnya berjualan dengan menggunakan sebuah perahu ikan.

"Baru tiga Minggu jualan begini. Kebetulan orangnya tidak melaut, jadi kami menggunakan perahunya," ujar Yohana saat ditemui Warta Kota, Senin (27/12/2021).

Aneka jenis minuman kopi, serta minuman dingin pun ia dagangkan, termasuk gorengan, dan rokok. 

Ia mulai berdagang sejak pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Kopi dan teh ia jual dengan harga Rp 3.000, namun jika diberi es, dijual dengan harga Rp 4.000, sementara makanan ringan sejenis donat dijual Rp 2.000, hingga Rp 2.500.

Sesekali bahkan dirinya menjual nasi kuning di perahunya.

"Pembeli biasanya buruh, supir. Siapa saja yang beli," tambahnya.

Hanya saja, berjualan di atas perahu di pelabuhan Sunda Kelapa tak bisa dikategorikan mudah, meski tak jauh dari tempat tinggalnya.

Jika laut pasang, dirinya tidak akan berdagang.

"Seperti Rob kemarin, saya takut perahunya ke darat. Jadi tidak berdagang. Cari aman saja," terangnya.

Selain itu, lokasi berdagangnya pun selalu berpindah-indah, mengingat dirinya hanya mencari celah di antara jarak perahu kayu yang satu dengan yang lainnya.

Meski begitu, Yohana selalu bersyukur. Rata-rata per hari dirinya mampu mengumpulkan uang sekira Rp 400.000 hingga Rp 500.000.

"Pernah juga Rp 1000.000 sehari. Itu rame. Tapi sekali saja," terangnya.

Hanya saja, dirinya kini memutar akal untuk menjajakan jualannya. Pasalnya, tanggul pelabuhan telah ditinggikan guna mengurangi dampak banjir rob.

Selain itu, layaknya pedagang tradisional lainnya, pelanggannya ada pula yang lupa membayar hutang.

Meski sedih, namun Yohana maklum dan kerap merasa iba.

Sebagai pedagang, dirinya hanya berharap pembelinya bisa bertambah dari hari ke hari. (m21)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved