Piala AFF

Mano Poelking Mengaku Kesulitan Menebak Permainan yang Akan Ditampilkan Indonesia

Mano Polking punya PR yang harus dikerjakan sebelum partai final Piala AFF 2020.

Facebook FA Thailand
Alexandre Polking, Pelatih Timnas Thailand, memuji Timnas Indonesia yang muda dan penuh semangat. Keterang foto: Jumpa pers laga final Turnamen Piala AFF 2020. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Alexandre Poelking, Pelatih Timnas Thailand, mengatakan telah mempelajari Timnas Indonesia, karena sudah sering menjadi rival Thailand di tingkat regional ASEAN.

Karena itu, dia tak mau menganggap remeh skuad Garuda di partai final Piala AFF 2020, karena target Thailand adalah menjadi juara.

"Indonesia itu tim yang bagus, dan mereka memiliki keuntungan 1 hari istirahat lebih banyak. Tapi itu tak berpengaruh banyak," kata pelatih berdarah Jerman-Brasil itu dalam jumpa pers pada Selasa (28/12) pagi waktu Singapura.

Untuk mengalahkan Indonesia, Mano, panggilan akrab pria berusia 45 tahun ini, menyatakan pihaknya mengerjakan PR-nya, yakni menganalisis Tim Indonesia, mencari strategi yang tepat, dan memilih pemain terbaik untuk menjalankan strategi itu.

"Saya tak mau bergantung ke catatan historis pertemuan dua negara ini, sebab masing-masing tim layak berada di titik ini sehingga Timnas Thailand akan berusaha yang terbaik agar menjadi juara," ujar Mano, dikutip dari laman FA Thailand.

Yang paling mengesankan Mano dari Timnas Indonesia ini adalah para pemainnya masih muda dan penuh semangat, serta memiliki teknik bermain yang sangat baik.

Mano juga mengatakan hanya fokus ke pertandingan partai final, dan tak mau terjebak dalam hal politis soal tim terbaik di Asia Tenggara.

Menurut dia, dengan bermain sebaik mungkin dan mencetak gol otomatis akan membawa Thailand menjadi tim tebaik ASEAN.

"Masih ada dua pertandingan sulit yang harus dilakoni, jadi kami akan fokus ke sana," katanya.

Menebak permainan Indonesia

PR terbesar Mano adalah menebak permainan yang akan dimainkan Indonesia dalam melawan Thailand.

Katanya, Timnas Indonesia besutan Shin Tae-yong ini bisa menampilkan berbagai jenis bentuk permainan.

"Ketika melawan Vietnam mereka bermain bertahan dengan bvaik dan menahan imbang 0-0, tapi di pertandingan lain bisa memainkan permainan menyerang yang berbahaya," ujar Mano.

"Thailand harus bermain sebaik mungkin di pertemuan pertama, seperti waktu melawan Vietnam. Dengan begitu bisa membantu banyak untuk pertemuan kedua," imbuh Mano.

Yang pasti, Mano akan menginstruksikan para pemainnya untuk menguasai bola sebanyak mungkin, karena itulah kekuatan timnya selama turnamen ini berlangsung.

Lucunya, Mano berharap Shin Tae-yong tak memahami hal ini, sebab hanya menganalisis laga Vietnam kontra Thailand di semifinal.

Pemain penting

Dalam jumpa pers itu Mano juga mengutarakan timnya kehilangan pemain penting, yakni penjaga gawang Chatchai Budprom yang mengalami cedera para di laga semifinal kedua.

Selain Chatchai, Mano yang tak bisa memainkan Theerathon Bunmathan, setidaknya di leg 1.

"Teerath adalah pemain paling berpengalaman (di timnya), dan kami tak bisa memainkannya di 90 menit pertama. Namun menyenangkan juga mengetahui bahwa kami bisa mendapatkan Teerath yang lebih segar di leg 2," kata Mano.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved