Dugaan Mafia Tanah di Bukit Duri, Kuasa Hukum Penggugat Yakin Kliennya Menang

Ia pun berharap majelis hakim yang mengadili dan memutus perkara perdata tersebut menolak eksepsi tergugat

Istimewa
Kuasa hukum keluarga Tampinongkol, Agustian Effendi SH (kiri), dan Dasar SH 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Sidang gugatan perdata ahli waris almarhum Willy Wahjuddin Tampinongkol terhadap sejumlah pihak di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan memasuki tahap akhir atau putusan.

Dalam kesimpulan gugatan para penggugat yang disampaikan di depan majelis hakim pada Rabu (22/12/2021) lalu, kuasa hukum keluarga Tampinongkol, Dasar SH dan Agustian Effendi SH meyakini posisi kliennya sangat kuat, dan kasus ini diduga melibatkan para mafia tanah.

"Berdasarkan bukti-bukti yang telah disampaikan dalam persidangan, membuktikan bahwa Haji Willy Wahjuddin Tampinongkol telah meninggal dunia pada 2 Nopember 1999. Jadi rumah tempat tinggal almarhum tidak pernah dijual belikan, dijaminkan atau dialihkan kepada siapapun seperti yang tertulis di AJB tanggal 27 Januari 2006 di hadapan tergugat tiga yaitu PPAT/Notaris, Otty Hari Chandra Ubayani,” kata Agustian.

Ia pun berharap majelis hakim yang mengadili dan memutus perkara perdata tersebut menolak eksepsi tergugat untuk seluruhnya dan menerima serta mengabulkan gugatan para penggugat untuk seluruhnya.

“Kami berharap di sidang putusan pada 12 Januari 2022 mendatang majelis hakim memberikan keputusan yang adil, bahwa almarhum ataupun klien kami memang tidak pernah mengalihkan rumah warisan itu kepada siapapun, apalagi menjualnya,” tegas Agustian.

Namun, Agustian mempertanyakan, dalam proses persidangan yang telah berlangsung setahun lebih tersebut, tidak pernah disampaikannya minuta akta dari tergugat tiga.

“Padahal, Notaris mestinya menghadirkan bukti dalam mengeluarkan warkah berupa identitas KTP dari para pihak klien kami sebagai penjual rumah, buku nikah suami istri klien kami, dan KTP dari tergugat dua yakni si pembeli rumah (Johan Setiawan),” ujar Agustian.

Baca juga: Meski Tampak Kesal, Pelatih Dewa United Ucapkan Selamat kepada Persis Solo yang Lolos ke Liga 1

Baca juga: Rans Cilegon FC Tembus ke Liga 1, Raffi Ahmad Keheranan, Tak Targetkan Timnya Lolos Tahun Ini

Baca juga: Hari Ini Komisi B DPRD Gelar Rapat Terkait Peruntukan Kredit Bank DKI untuk Pembangunan Jaya Ancol

Hal ini diperlukan, kata Agustian, untuk disesuaikan dengan akte jual beli. Namun hingga sekarang, notaris tidak pernah menghadirkan bukti tersebut.

“Ini yang kami pertanyakan, kenapa tergugat tiga tidak pernah menyampaikan minuta akta itu di persidangan,” kata Agustian.

Sementara itu, pengacara para tergugat memilih bungkam saat coba dimintai keterangan oleh media usai sidang.

Kronologis

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat keluarga Tampinongkol diminta angkat kaki dari rumah mereka untuk dieksekusi oleh PN Jakarta Selatan karena sertipikatnya telah diagunkan ke Bank UOB Indonesia dan tidak pernah bayar.

Padahal, selama ini, pihak keluarga tidak pernah ada yang menjaminkan rumah dengan luas tanah 282 M2 di kawasan Komplek Garuda Bukit Duri, Jakarta Selatan ini kepada pihak mana pun. Keluarga yang kelabakan pun melakukan perlawanan. Beruntung, eksekusi bisa ditunda. Tetapi persoalan belum selesai.

Rupanya setelah ditelusuri, keluarga ini dikhianati oleh keluarga sendiri. Bermula saat tahun 2004 anak pertama dari Willy Tampinongkol yang bernama Belinda Giana Tampinongkol meminta tolong kepada Andina Giani Tampinongkol (keponakan dari Willy Tampinongkol) untuk meningkatkan status Sertifikat HGB No. 413/Bukit Duri menjadi SHM di BPN, Jakarta Selatan.

Baca juga: Pengerjaan Proyek Saluran Air di Jalan I Gusti Ngurah Rai Durensawit, Molor

Baca juga: Kejar Herd Immunity Anak Usia 6-11 Tahun, 260 Siswa SDN 19 Palmerah Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Gugatan Doddy Sudrajat Terkait Hak Asuh Anak Vanessa Angel Ditolak Hakim, Faisal: Itu Sudah Tepat

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved