Pemkot Jakarta Timur Tutup Kawasan KBT Saat Malam Tahun Baru

Nantinya segala mobilitas kendaraan dan pejalan kaki di kawasan KBT saat malam pergantian tahun akan dibatasi

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Muhamad Azzam
Tepian Kanal Banjir Timur (KBT) di sepanjang Jalan Kolonel Sugiono, Jakarta Timur menjadi lokasi favorit warga untuk melakukan olahraga. 

WARTAKOTALIVE.COM JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menutup kawasan Kanal Banjir Timur (KBT) saat momen malam pergantian tahun pada Sabtu (31/12).

Hal itu dilakukan seiring penetapan lokasi itu sebagai area crowd free night (CFN).

Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur, Budi Novian mengatakan kebijakan CFN di KBT ini dilakukan untuk mencegah adanya kerumunan orang saat perayaan malam pergantian tahun.

“Kawasan KBT ditutup total karena masuk dalam kawasan CFN,” ucap Budi, Senin (27/12/2021).

Nantinya segala mobilitas kendaraan dan pejalan kaki di kawasan KBT saat malam pergantian tahun akan dibatasi. Petugas gabungan akan melakukan sterilisasi kawasan itu mulai pukul 16.00 WIB.

“Kita kerahkan 120 personel gabungan untuk menjaga kawasan KBT saat diberlakukan CFN,” sambung Budi.

Selain itu, ada lima lokasi yang menjadi perhatian khusus untuk dilakukan pengawasan saat malam tahun baru sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19 khususnya varian baru Omicron.

Nantinya sebanyak 25 personel gabungan akan dikerahkan untuk melakukan penjagaan di lima lokasi yang menjadi perhatian saat malam tahun baru agar menghalau PKl yang nekad berjualan.

“Aktivitas perdagangan di enam lokasi itu dibatasi waktunya sampai pukul 22.00 WIB,” katanya.

Adapun kelima lokasi tersebut yakni kawasan Pasar Ikan Jatinegara, kawasan Jalan Mayjen Sutoyo, Pasar Loak Jembatan Item, Jalan Raya Bogor serta Jalan KRT Radjiman.

Baca juga: Warga Jakarta tak Bisa Nikmati Kembang Api di TMII saat Malam Tahun Baru

Sementara itu Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fredy Setiawan, menegaskan, tidak boleh ada perayaan di ruang publik saat malam pergantian tahun.

Apabila kedapatan maka sanksi tegas bakal dikenakan kepada para pelanggar. “Tidak boleh ada kegiatan perayaan pergantian tahun baru, di tempat tertutup maupun terbuka,” ucap Fredy, Senin (27/12/2021). 

Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk upaya untuk mengantisipasi timbulnya klaster baru Covid 19 sekaligus juga antisipasi penyebaran varian baru Omicron saat malam tahun baru.

Apabila nantinya ada ruang publik dan tempat pariwisata yang kedapatan melanggar aturan tersebut maka pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada para pelanggar.

Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Corona Virus Disaese 2019.

Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran mulai dari kelurahan, kecamatan hingga Satpol PP maupun Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Timur.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved