Rabu, 8 April 2026

Info Baznas

Wapres RI Libatkan Baznas Entaskan Kemiskinan di Wilayah Pesisir

Wapres RI KH. Ma'ruf Amin melibatkan Baznas dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.

dok. Baznas
Baznas hadiri Rapat Evaluasi Arah Penanganan Pengurangan Kemiskinan Ekstrem bersama Wapres RI KH. Ma'ruf Amin yang diselenggarakan di Istana Wakil Presiden RI, Selasa (21/12/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM - Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma'ruf Amin melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir dengan mengundang Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA pada rapat Evaluasi Arah Penanganan Pengurangan Kemiskinan Ekstrem, yang diselenggarakan di Istana Wakil Presiden RI, Selasa (21/12/2021).

Rapat dihadiri Menko Perekonomian dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Desa PDTT, Wakil Kepala Staf TNI AL, dan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) dan Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA.

Dalam rapat kali ini, KH. Ma'ruf memberikan arahan agar upaya pengurangan kemiskinan ekstrem juga menyasar kelompok miskin ekstrem di wilayah pesisir.

Diketahui, pada tahun 2021 ini, tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia adalah 4 persen atau berjumlah 10,86 juta jiwa.

Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin melibatkan Badan Amil Zakat Nasional dalam rapat Evaluasi Arah Penanganan Pengurangan Kemiskinan Ekstrem yang diselenggarakan di Istana Wakil Presiden RI, Selasa (21/12/2021).
Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin melibatkan Badan Amil Zakat Nasional dalam rapat Evaluasi Arah Penanganan Pengurangan Kemiskinan Ekstrem yang diselenggarakan di Istana Wakil Presiden RI, Selasa (21/12/2021). (dok. Baznas)

Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem khususnya diwilayah pesisir relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.

“Dimana tingkat kemiskinan diwilayah pesisir sebesar 4,19 persen, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional. Dari jumlah penduduk miskin ekstrem sebesar 10,4 juta jiwa, 12,5 persen atau 1,3 juta jiwa diantaranya berada diwilayah pesisir," ujar Wapres KH. Ma'ruf.

Wapres menjelaskan, persoalan kemiskinan ekstrem diwilayah pesisir relatif lebih kompleks, karena wilayah pesisir memiliki beberapa karakteristik dari aspek demografi.

“Anggota rumah tangga miskin ekstrem diwilayah pesisir lebih besar dibandingkan wilayah lainnya dengan rata-rata umur kepala rumah tangga yang lebih produktif,” ungkapnya.

Untuk itu, KH. Ma'ruf memberikan arahan agar perhatian khusus juga diberikan untuk wilayah pesisir. Antara lain dengan mengidentifikasi program-program pengurangan kemiskinan ekstrem yang sesuai dengan wilayah pesisir serta menyempurnakan program- program yang ada saat ini agar lebih berdampak pada masyarakat di wilayah pesisir.

Sementara itu, Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA mengatakan, kini banyak aktivitas Wapres KH Ma'ruf yang menyertakan jajaran Pimpinan BAZNAS RI dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan.

Yakni, sekaligus meresmikan dan menyalurkan program-program seperti Kita Jaga Kyai (KJK), Kita Jaga Usaha (KJU), Kita Jaga Yatim, Beasiswa Santri dan Ma'had Aly dan sebagainya. Ini tentu semakin memperkuat perzakatan di Tanah Air.

"Insya Allah Gerakan Cinta Zakat akan samakin hebat, bila melalui aksi dan kebijakan, Pemerintah Presiden Jokowi-KH Ma'ruf Amin bersama Baznas, terus menggali potensi zakat, terutama di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Inilah berkah Allah yang masih perlu terus dieksplorasi untuk pengentasan kemiskinan di negeri ini," jelas Noor.

Noor menegaskan, Baznas berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam penanganan kemiskinan di Indonesia melalui program-program unggulannya. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved