Vaksinasi Covid19

Survei John Hopkins: 45 Persen Warga Indonesia Masih Ragukan Keamanan Vaksin Covid-19

Sebanyak 31 persen responden lainnya memiliki rencana untuk divaksin, namun masih belum yakin dengan keamanannya, dan masih menunggu kepastian.

Editor: Yaspen Martinus
Shutterstock
Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengungkapkan, masih ada masyarakat yang ragu divaksin Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengungkapkan, masih ada masyarakat yang ragu divaksin Covid-19.

Dedy lantas mengungkapkan hasil riset soal vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh John Hopkins Center for Communication Programme pada November 2021.

Riset John Hopkins ini dilakukan terhadap 27.375 responden di Indonesia.

Baca juga: JADWAL Lengkap Misa Offline dan Online Malam Natal dan Natal 2021 di Jabodetabek

"Sebanyak 45 persen responden yang belum divaksin menyatakan ragu akan efek samping dari vaksin Covid-19," ucap Dedy dalam Siaran Pers: Menolak Hoaks Covid-19 yang disiarkan channel Youtube FMB9ID_IKP, Kamis (23/12/2021).

Kemudian, sebanyak 31 persen responden lainnya memiliki rencana untuk divaksin, namun masih belum yakin dengan keamanannya, dan masih menunggu kepastian.

Selain itu, berdasarkan survei dari Palang Merah Indonesia pada akhir September 2021, masih ada dua faktor yang menjadi alasan utama menolak vaksin Covid-19.

Baca juga: Malaysia Sedang Butuh Banyak Tenaga Kerja Asal Indonesia, Pemerintah Naikkan Daya Tawar

"Alasan pertama ialah takut akan injeksi beserta efek sampingnya, dan yang kedua adalah masih mencari informasi komprehensif terkait vaksin," ungkap Dedy.

Menurut Dedy, masyarakat membutuhkan informasi yang benar mengenai efek vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi Covid-19, menurutnya masih terhambat dengan adanya persebaran hoaks di ruang digital.

"Hal ini tentunya sangat berbahaya dan memiliki dampak besar terhadap upaya negara untuk lepas dari jerat pandemi Covid-19," papar Dedy. (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved