Varian Omicron

Waspada, Kasus Varian Omicron di Indonesia Bertambah Lagi Setelah Jalan-jalan dari London

Juru bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi jumlah kasus positif varian Omicron bertambah dua orang menjadi lima orang. Semua dikarantina di Wisma Atlet.

Editor: Valentino Verry
Biro Pers Setpres/Kris
Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi menyatakan jumlah kasus varian Omicron kembali bertambah menjadi lima orang. Ini harus diwaspadai. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah mulai was-was melihat perkembangan kasus positif Covid-19 untuk varian Omicron.

Sebab, dalam beberapa hari saja sudah ada penambahan. Jika tak diantisipasi kemungkinan akan terjadi ledakan kasus.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi, ada dua kasus baru varian Omicron.

Baca juga: Gus Yahya Terpaksa Naik Privat Jet Milik Pengurus PBNU ke Lampung karena Telat Urus Tiket

Yang mana kedua orang itu habis melakukan perjalanan dari London, sehingga total menjadi lima kasus positif varian Omicron.

Hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) dari kedua pasien tersebut keluar, Senin (20/12/2021).

Mereka merupakan dua dari 11 orang yang dinyatakan probable hasil pemeriksaan S-Gene Target Failure (SGTF).

Pemeriksaan tersebut keluar pada Minggu (19/12/2021) lalu.

##

Ikuti ulasan prediksi #IndonesiavsSingapura #PialaAFF2021

Baca juga: Jelang Semifinal Piala AFF, Timnas Singapura Soroti Elkan Baggot, Dianggap Kuat dan Tinggi

Baca juga: Shin Tae-Yong Layak Dipecat Jika Gagal Bawa Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2020

Baca juga: Witan Sulaeman Berpesan pada Rekannya untuk Mendengarkan Arahan Shin Tae-yong di Piala AFF

 

“Saat ini sudah ada tambahan kasus lagi dari 11 kasus probable ada dua kasus terkonfirmasi positif," ujarnya di gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (21/12/2021), dikutip dari laman Kemenkes.

"Saat ini mereka sedang menjalani karantina di Wisma Atlet, Jakarta,” jelas Nadia.

Baca juga: Setelah Membintangi Film Sepeda Presiden, Ariel Tatum Jadi Lebih Luwes dalam Bersikap

Ia menyampaikan, pengetatan di pintu masuk negara terus diperketat, terutama di perbatasan laut dan darat.

Positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara.

Nadia mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Kesadaran diri dan menahan keinginan berpergian harus dilakukan."

"Menjelang hari Natal dan Tahun Baru alangkah lebih baik tidak melakukan perjalanan."

"Saya meminta masyarakat untuk bekerja sama mencegah penularan Covid-19 dengan menahan diri tidak bepergian,” terang Nadia.

Diketahui, kasus pertama Omicron di Indonesia ditemukan pada 15 Desember 2021 lalu.

Baca juga: Fahira Idris Puji Keberanian Anies Baswedan yang Nekad Menaikkan UMP DKI meski Menuai Tekanan

Varian ini menyerang petugas kebersihan RSDC Wisma Atlet berinisial N.

Penularan diduga berasal dari WNI yang baru tiba dari Nigeria pada 27 November 2021.

Keduanya telah di karantina di Wisma Atlet dan sudah dinyatakan negatif.

Pada 17 Desember 2021, pemerintah kembali mengonfirmasi dua kasus positif varian Omicron.

Dua pasien tersebut berasal dari hasil pemeriksaan lima kasus probable.

Keduanya merupakan WNI yang baru kembali dari Inggris dan Amerika Serikat.

Kemenkes Perketat Surveilans di Pintu Masuk

Baca juga: Pemprov DKI Gandeng Swasta Untuk Menata Ibu Kota Bebas dari Kabel Menjuntai

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan jumlah pelaku perjalanan internasional yang masuk ke wilayah Indonesia meningkat menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kondisi ini tentunya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah mengingat saat ini penyebaran Covid-19 sedang meningkat karena varian Omicron.

“Dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk,” ujarnya dalam keterangan di laman Kemenkes, Senin (20/12/2021).

Terkait dengan temuan ini, pemerintah bergegas melakukan inventarisir sekaligus pengetatan pemeriksaan di seluruh pintu masuk negara baik darat, laut, maupun udara.

Pengetatan dilakukan dengan pengetesan PCR dengan S Gene Target Failure (SGTF) serta Whole Genome Sequencing (WGS) bagi seluruh kasus PCR dengan hasil positif.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dengan dua metode tersebut, didapati bahwa kasus terkonfirmasi paling banyak ditemukan dari pelaku perjalanan yang masuk melalui jalur darat dan laut.

“Semua sudah kita amati dan dites menggunakan PCR serta WGS."

"Ternyata pintu masuk laut dan darat jauh lebih tinggi positivity ratenya dibandingkan udara,” jelasnya.

Sehingga, Kemenkes akan dibantu TNI, Polri, dan Kemendagri untuk memperkuat surveilans dan karantina di pintu masuk darat dan laut.

Protokol kesehatan juga diperkuat terutama penerapan aplikasi PeduliLindungi di tempat-tempat publik.

Kedisiplinan penggunaan aplikasi ini sangat penting untuk membantu menekan penularan Covid-19.

Pemerintah menekankan agar penerapan PeduliLindungi kembali ditingkatkan untuk menekan risiko bagi pengunjung.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved