Ujaran Kebencian

Yahya Waloni Bilang Ceramahnya yang Diduga Menistakan Kristen Cuma Bercanda, Akui Terlalu Kasar

Mendengar penjelasan itu, jaksa lantas menanyakan motivasi atau niat Yahya mengutarakan pernyataan tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa via Tribun Timur
Muhammad Yahya Waloni, terdakwa kasus dugaan penistaan agama serta ujaran kebencian, menyatakan ceramahnya yang menistakan Agama Kristen, awalnya merupakan candaan semata. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Muhammad Yahya Waloni, terdakwa kasus dugaan penistaan agama serta ujaran kebencian, menyatakan ceramahnya yang menistakan Agama Kristen, awalnya merupakan candaan semata.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (21/12/2021).

Mulanya, jaksa penuntut umum (JPU) menanyakan apa yang diungkapkan Yahya Waloni dalam ceramahnya di Masjid Jenderal Sudirman World Trade Center Jakarta pada Agustus 2019.

Baca juga: 14 Pekan Indonesia Bebas Zona Merah Covid-19, Zona Kuning Semakin Menyusut Jadi 422

"Kata-kata negatif apa yang saudara katakan?" Tanya jaksa.

"Ya seperti itu, kata roh kudus dikatakan roh kudis, kitab Bible Kristen, Matius, Markus, Lukas, Stefanus jadi tetanus, cap tikus dan lain sebagainya."

"Seingat saya itu," kata Yahya.

Baca juga: Pemerintah Bakal Tindak Orang yang Belanja ke Luar Negeri tapi Minta Karantina Gratis di Wisma Atlet

Mendengar penjelasan itu, jaksa lantas menanyakan motivasi atau niat Yahya mengutarakan pernyataan tersebut.

Berdasarkan pengakuannya, ungkapan itu dilontarkan awalnya hanya untuk bercanda kepada ratusan jemaah yang hadir saat itu.

"Apa alasan terdakwa mengatakan hal tersebut?" Tanya jaksa.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Melonjak Jadi 92, Pulau Jawa Cuma Sumbang Dua

"Alasannya saya tidak mengikuti emosional saya untuk situasi itu."

"Saya pakai hanya sebagai candaan, tapi ternyata saya terlampau kasar, etikanya benar-benar enggak," ucap Yahya.

Padahal kala itu, dirinya sadar kegiatan ceramah yang bertema 'nikmatnya Islam' itu sedang direkam oleh pihak panitia DKM Masjid Jenderal Sudirman World Trade Center Jakarta.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Perpanjang Masa Karantina Jadi 14 Hari, Jika Omicron Menyebar Luas

Namun, dia tidak mengetahui ternyata tayangan itu masuk dalam Live Streaming akun YouTube dan Facebook milik Panitia Masjid.

"Apakah ada panitia yang mengonfirmasi pada saudara akan disiarkan atau gimana?" Tanya jaksa

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved