Gandeng Unpad, Pengembangan Academic Health System Segera Diwujudkan di Kawasan Jababeka

AHS atau sistem kesehatan akademis adalah pengorganisasian segala institusi kesehatan yang di kawasan industri Jababeka dan sekitarnya.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Dr. (HC) SD Darmono, Founder Jababeka Group dan President University (PresUniv), saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PresUniv dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) di Hotel Nuanza, Cikarang, Bekasi, Jumat (17/12/2021) lalu. 

Namun, jika terjadi pandemi atau bencana kesehatan lainnya, seperti pandemi Covid-19 yang sudah melanda Indonesia sejak akhir tahun 2019, jumlah dokter yang sangat terbatas akan menyulitkan penanganan.

Akibatnya akan banyak pasien yang tidak tertolong. Bahkan sejumlah dokter dan tenaga kesehatan lainnya pun ikut menjadi korban.

Salah satu pemicunya adalah akibat para dokter dan tenaga kesehatan bekerja terlalu keras menangani pasien Covid-19, sehingga mereka sangat kelelahan.

Dalam kondisi semacam itu, daya tahan tubuh mereka pun menurun, sehingga rentan terinfeksi virus dan segala penyakit lainnya. Itulah potret yang terjadi selama pandemi Covid-19 di Indonesia dan banyak negara lainnya. 

Maka, belajar dari kasus pandemi Covid-19, menambah jumlah dokter dan tenaga kesehatan, termasuk fasilitas pendukungnya, kini menjadi kebutuhan.

Moratorium pendidikan kedokteran yang ditetapkan oleh pemerintah sudah layak untuk dikaji kembali.

Jangan sampai kasus pandemi, seperti pandemi Covid-19, yang menelan banyak korban jiwa sebagai akibat kurangnya jumlah dokter, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan, berulang kembali.

Program perkuliahan di PresUniv selama ini menggunakan bahasa Inggris.

Maka, dokter-dokter lulusan PresUniv juga akan fasih berbahasa Inggris. Saat ini kemampuan dalam berbahasa Inggris menjadi sangat penting.

Masih banyak jurnal, publikasi ilmiah, seminar atau event berskala internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Selain itu kemampuan berbahasa Inggris juga diperlukan oleh mahasiswa atau lulusan PresUniv yang ingin memperluas jejaringnya sampai ke tingkat internasional.

Dengan begitu, peluang mahasiswa dan lulusan Program Studi Kedokteran, PresUniv, untuk mengembangkan diri menjadi sangat terbuka.

Bahkan, ungkap Darmono, dengan kemampuannya berbahasa Inggrisnya, peluang bagi lulusan Program Studi Kedokteran, PresUniv, untuk berkarier dalam bidang kedokteran di luar negeri juga menjadi sangat terbuka.

Kelak Indonesia akan mampu mengekspor tenaga kerja yang berkualitas, tenaga kerja yang terdidik, bukan hanya tenaga kerja kasar.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved