Berita Nasional
Anwar Abbas Kritik Jokowi di Depan Umum, Umat Islam Dinilai Kehilangan Momen Emas
Anwar Abbas Kritik Jokowi di Depan Umum, Umat Islam Dinilai Kehilangan Momen Emas. Berikut alasannya
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Umat Islam di Indonesia dinilai telah kehilangan momen emas gara-gara kritik Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas kepada Presiden RI Joko Widodo.
Anwar menyoroti ketimpangan yang terjadi pada masyarakat lapisan bawah dalam forum Kongres Ekonomi Umat Islam II MUI pada Sabtu (11/12/2021) lalu.
“Pertanyaan dan celoteh kritis Buya Anwar secara langsung ataupun tidak langsung telah mencuri golden moment umat Islam,” kata Koordinator Forum Diskusi Kebangkitan Indonesia (DKI), Bandot DM dari keterangannya pada Jumat (17/12/2021).
Menurutnya, ada dua hal yang membuat umat Islam kehilangan momen emas akibat celoteh Anwar Abbas.
Pertama kehadiran Presiden Joko Widodo di acara Kongres Ekonomi Umat Islam merupakan golden moment.
Kehadiran Jokowi dapat menunjukkan rasa perhatian dan atensinya terhadap isu ekonomi umat Islam.
Kesempatan ini, sekaligus merupakan momen bagi MUI untuk menyampaikan perkembangan dan kondisi umat Islam terkini.
Baca juga: Anwar Abbas Kritik Jokowi di Depan Umum, Direktur Eksekuti SDR: Dahulukan Adab Dibandingkan Ilmu
Baca juga: Pernyataan Lengkap Jokowi Soal Omicron Masuk Indonesia: Waspada Penting tapi Jangan Panik
Kedua, muatan pertanyaan yang disampaikan oleh Anwar terlalu umum dan klise.
Bahkan, tidak secara langsung menyentuh ekonomi umat.
Setidaknya ada tiga poin pertanyaan Anwar, yakni kesenjangan kesejahteraan, kesenjangan penguasaan lahan dan kesenjangan akses perbankan untuk pengusaha mikro.
“Pertanyaan atau kritik Buya Anwar ini terlalu klise karena pada dasarnya ini adalah persoalan setiap presiden, terutama di era Reformasi. Jokowi pun menjawab dengan lugas pertanyaan-pertanyaan tersebut, bahkan tanpa teks,” jelasnya.
Namun akibat dari celoteh tersebut, lanjutnya, momentum untuk memberikan masukan kepada Presiden menjadi canggung.
Bahkan, akibat polemik tersebut ruang publik jadi riuh oleh isu tersebut, sehingga sembilan resolusi jihad ekonomi yang merupakan hasil dari konferensi ekonomi umat Islam menjadi tenggelam nyaris tak terdengar.
Adapun Sembilan resolusi yang disepakati tersebut adalah: Gerakan produksi dan belanja produk nasional; Menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia; Optimalisasi zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf atau ziswaf sebagai penggerak ekonomi umat.
Baca juga: Presiden Jokowi: Jangan Panik, Karakter Omicron Belum Bahayakan Nyawa Pasien Yang Sudah Divaksin
Baca juga: Omicron Masuk ke Indonesia, Presiden Jokowi: Warga dan Pejabat Negara Jangan Ke Luar Negeri
Puti Guntur: Pancasila sebagai Buah Pemikiran Bung Karno Jadi Payung Besar Kebangsaan-Kemanusiaan |
![]() |
---|
HIPMI Soroti Dugaan Mafia Perizinan Impor Bawang Putih, Satgas Pangan Bareskrim Akan Selidiki |
![]() |
---|
Permintaan Denny Indrayana ke DPR Agar Presiden Jokowi Dimakzulkan Disebut Ngawur Bak Pendekar Mabuk |
![]() |
---|
Silaturahmi dengan Diaspora Indonesia, Ini Pesan Zulhas untuk Para Mahasiswa di Malaysia |
![]() |
---|
Mendag Harap Perjanjian Perdagangan Perbatasan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat RI- Malaysia |
![]() |
---|