Virus Corona

4 Tindakan yang Harus Segera Dilakukan untuk Mencegah Penyebaran Omicron Meluas di Indonesia

Pasien pertama tersebut berinisial N, dan bekerja sebagai petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews
Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Tjandra Yoga Aditama menyebutkan, ada empat hal yang harus segera dilakukan, merespons kasus pertama Covid-19 varian Omicron ditemukan di Indonesia pada Rabu (15/12/2021) lalu. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kasus pertama Covid-19 varian Omicron ditemukan di Indonesia pada Rabu (15/12/2021) lalu.

Pasien pertama tersebut berinisial N, dan bekerja sebagai petugas kebersihan di RSDC Wisma Atlet.

Menanggapi kasus ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI Prof Tjandra Yoga Aditama menyebutkan, ada empat hal yang harus segera dilakukan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Petugas Kebersihan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Positif Covid-19 Varian Omicron

Yaitu, mendeteksi dan sedapat mungkin membatasi penularannya di Indonesia.

Hal pertama, dicari terlebih dahulu siapa yang menulari pasien N. Menurut Tjandra, terdapat dua kemungkinan.

Pertama, warga kita yang baru datang dari luar negeri dirawat di Wisma Atlet, lalu menulari N.

Baca juga: Dua WNI Pulang dari AS dan Inggris Serta 3 Warga Cina di Manado Kemungkinan Juga Tertular Omicron

Kedua, tertular dari sesama petugas wisma Atlet.

"Kalau kemungkinan kesatu, maka tentu akan dapat dilacak, karena daftar semua pasien Wisma Atlet di 14 hari ke belakang tentu tersedia, lengkap dengan alamatnya, yang tinggal di cek satu per satu," katanya, Jumat (17/12/2021).

Sedangkan jika pasien N tertular dari sesama petugas Wisma Atlet, maka dapat dicek siapa saja yang pernah melakukan kontak dalam 14 hari terakhir.

Baca juga: Varian Omicron Masuk Indonesia, Budi Gunadi Sadikin: Tak Usah Panik, Tetap Waspada, Disiplin Prokes

"Hanya saja, kalau tertular dari sesama petugas, maka lalu harus ditelusuri lagi dari mana petugas itu tertular, dan seterusnya secara cermat," tambah Tjandra.

Kedua, pemerintah harus menelusuri ke mana saja N bepergian dalam 14 hari terakhir.

Hal yang sama juga dilakukan pada kontak pasien N, atau kontak dari sumber lain penular pasien N.

Baca juga: Petugas Kebersihan Wisma Atlet yang Jadi Pasien Pertama Omicron Tak Pernah ke Luar Negeri

Lalu, siapa saja yang kontak langsung dengannya, dan mereka semua harus diperiksa PCR.

Mencontoh pada Singapura, orang yang kontak langsung ini diberi status 'Health Risk Warning (HRW).'

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved