Korupsi di PT Asabri

Ketua JoMan: Ancaman Hukuman Mati akan Menggentarkan Pelaku Korupsi Bencana, Alkes, Atau PCR

Noel mengatakan langkah tersebut menjadi solusi pemberantasan korupsi yang lebih baik.

Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer alias Noel mengapresiasi tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa kasus korupsi Asabri, Heru Hidayat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan) Immanuel Ebenezer alias Noel mengapresiasi tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa kasus korupsi Asabri, Heru Hidayat.

Noel mengatakan langkah tersebut menjadi solusi pemberantasan korupsi yang lebih baik.

Ia mendukung penuh langkah Jaksa Agung ST Burhanudin tersebut, dan berharap KPK mengambil langkah sama tanpa keraguan untuk menuntut hukuman mati.

Baca juga: Kebijakan Polri Awasi Mobilitas Masyarakat Saat Libur Nataru Disesuaikan dengan Aturan Pemda

"Harus dilakukan untuk meminimalisasi ancaman korupsi sistimik di masa depan."

"Ancaman hukuman mati akan menggentarkan pelaku korupsi bencana, alkes atau PCR," kata Noel saat mendatangi Kejaksaan Agung, Selasa (14/12/2021).

Noel mengatakan, kerugian negara yang diakibatkan korupsi ASABRI sangatlah besar, mencapai Rp22,788 triliun.

Baca juga: Kasus Korupsi QCC, RJ Lino Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta

Selain di ASABRI, terdakwa juga terjerat dalam kasus korupsi Jiwasraya. Oleh karena itu, tuntutan jaksa sangatlah tepat.

"Eksekusi mati paling tepat. Pelaku korupsi di atas Rp50 miliar harus vonis mati, apalagi ini triliunan," ucapnya.

Terkait tuntutan hukuman mati, Noel menilai para mafia pangan dan pelaku korupsi alkes PCR, harus mendapat ancaman tersebut jika terbukti terlibat.

Baca juga: Beda Pendapat, Ketua Majelis Hakim Nilai RJ Lino Harusnya Bebas karena Tak Berniat Jahat

Sebab, kata Noel, korupsi yang dilakukan saat bencana benar-benar sangatlah keji dan di luar akal sehat.

"Polisi dan KPK harus menyidik kasus korupsi bencana dan juga mafia pangan, yang per hari ini merangkak naik."

"Jangan ragu, presiden dan rakyat juga konstitusi ada di belakang kalian. Ini kejahatan yang luar biasa," ucap Noel. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved