Vaksinasi Covid19

Laju Penyuntikan Melambat, Target Vaksinasi Covid-19 Rampung pada Maret 2022 Mundur Lagi

Jika mengacu jumlah suntikan, Budi menyebut sebanyak 146 juta rakyat Indonesia sudah mendapatkan dosis pertama.

Editor: Yaspen Martinus
tribunnews.com
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi Covid-19 di Indonesia urutan kelima dunia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksinasi Covid-19 di Indonesia urutan kelima dunia.

"Jumlah vaksinasinya kemarin menembus 250 juta, data ini masih agak tertinggal," kata Budi dalam rapat kerja Komisi IX DPR, Selasa (14/12/2021).

Namun, Budi menyebut laju vaksinasi agak menurun.

Baca juga: Teroris JAD yang Terlibat Peledakan Bom di Gereja Katedral Makassar Sehari-hari Jualan Siomai

Tren menurunnya vaksinasi disebabkan ibu kota provinsi yang daerahnya padat dan mudah dijangkau, sudah hampir tervaksinasi, dan sekarang mulai masuk ke kota-kota sekunder yang lebih sulit dan lebih sedikit penduduknya.

"Jadi tadinya rencananya 300 juta vaksinasi sampai akhir Desember, mungkin baru di minggu kedua."

"Minggu ketiga Januari kita mencapai 300 juta vaksinasi, dari target awal atau target kedua."

Baca juga: Luhut: Yang Coba Melarikan Diri, Langsung Kita Ceburin ke Karantina Terpusat

"Targetnya sudah sama sekali berubah."

"Target yang 408 juta dosis vaksinasi, yang rencananya tadinya bisa selesai di fourth quarter 2022," bebernya.

Jika mengacu jumlah suntikan, Budi menyebut sebanyak 146 juta rakyat Indonesia sudah mendapatkan dosis pertama.

Baca juga: BREAKING NEWS: Haji Lulung Meninggal Dunia

"Ini juga ada ranking kelima dunia. Ini adalah yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap."

"Jadi kita sudah 103 juta rakyat Indonesia yang mendapatkan vaksinasi lengkap, dan ini juga ranking kelima dunia," paparnya.

Budi melanjutkan, untuk hari ini, sudah 251 juta dosis vaksin disuntikkan. Angka itu terdiri dari 146 juta dosis 1 dan 103 juta dosis kedua.

Baca juga: Gempa 7,4 SR di Larantuka NTT, BMKG Deteksi Tsunami 0,7 Meter di Marapokot dan Reo

"Jadi dari sisi target populasi hampir 50 persen, tapi dari total populasi masih 38,16 persen."

"Karena Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk usia muda sangat banyak."

"Kita juga bisa melihat trennya menurun sejak Bulan November."

"Jadi Bulan Oktober kita pernah 2,5 juta dosis suntikan per hari, begitu sudah nembus angka 200 juta dosis, terasa sekali laju penyuntikan lebih lambat," tuturnya. (Reza Deni)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved