Cimory Latih 1000 Wanita Peternak Sapi Perah di Jabar Kelola Manajemen Bisnis Peternakan
Cimory mengajak 1000 peternak wanita di wilayah Jawa Barat untuk mengulik secara mendalam model bisnis peternakan sapi perah.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM - PT Cisarua Mountain Dairy Tbk melalui produknya Cimory bersama The Asian Development Bank (ADB) dan salah satu konsultan di Australia yakni Chamberlain Veterinary Services (CVS) bersinergi menghadirkan program Pemberdayaan Masyarakat (Community Development) melalui pelatihan bagi peternak wanita di Indonesia.
Presiden Komisaris PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Bambang Sutantio mengatakan, melalui program kolaborasi ini, Cimory mengajak 1000 peternak wanita di wilayah Jawa Barat untuk mengulik secara mendalam model bisnis peternakan sapi perah melalui praktik manajemen terbaik yang disertai dengan literasi keuangan dan pemanfaatan internet sejalan dengan perkembangan era digitalisasi saat ini.
“Melalui program ini, para peternak wanita akan mengikuti seri pelatihan selama 3 hari untuk belajar tentang Good Dairy Farming Practices (GDFP) yang meliputi: Manajemen Pakan, Periode Laktasi, Manajemen Pedet, Kesehatan Ternak, Reproduksi Ternak dan Kualitas Susu,” ungkap Bambang dalam keterangan resmi, Selasa (14/12/2021).
Lebih dari itu, lanjut Bambang, mereka juga akan mendapatkan tambahan pemahaman terkait literasi keuangan, kewirausahaan serta literasi digital yang pastinya akan sangat berguna bagi mereka untuk meningkatkan usaha ternak sapi perah.
Program pelatihan ini dibagi dalam enam lokasi yakni Cisarua, Cianjur, Sukabumi, Kuningan, Lembang dan Garut, yang akan dilaksanakan sebanyak 40 kelas selama 16 bulan, dan telah dimulai sejak November 2021 dan akan berakhir pada Desember 2022.
Peserta yang dapat mengikuti pelatihan ini diantaranya peternak wanita, istri ataupun anak perempuan dari seorang peternak.
“Hal ini sekaligus menjadi bentuk implementasi Cimory yang turut mendukung kiprah wanita Indonesia dalam mengambil peran sentral termasuk dalam memajukan budaya, kesehatan, pendidikan serta perekonomian di Indonesia,” ungkap Bambang.
Sementara, National Dairy Extension Expert representatif dari CVS, Vyta Wahyu Hanifah mengatakan, bahwa wanita juga memegang peranan penting dalam membangun perekonomian di pedesaan, namun sayangnya saat ini keterlibatan wanita masih belum teroptimalkan dengan baik.
“Program ini diharapkan dapat membuka potensi-potensi peningkatan kapasitas dan kapabilitas diri peternak perempuan untuk bisa berkontribusi lebih besar dalam memajukan industri susu di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan perekonomian desa,” ucap Vyta.
Sedangkan, Ketua KUD Giri Tani Bunyamin mengatakan, target peningkatan konsumsi susu perlu dibarengi dengan peningkatan produksi susu segar dalam negeri.
“Oleh karena itulah, dibutuhkan pemahaman bagi para peternak untuk menghasilkan susu dan produk susu yang berkualitas tinggi agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap produk tersebut dan merasakan manfaatnya bagi kesehatan mereka,” ujar Bunyamin.
Selaras dengan hal tersebut, lanjut Bunyamin, para peternak juga perlu ditingkatkan pengetahuannya terkait literasi digital agar mampu mengakses website, aplikasi, dan video untuk menambah pengetahuan dari berbagai sumber informasi yang lebih luas terkait perkembangan bisnis susu terkini serta membuka peluang jaringan bisnis baru di bidang susu. (dip)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/cimory-1.jpg)