JULO Gandeng eFishery, Perluas Layanan Akses Kredit di Sektor Perikanan
JULO telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan eFishery, melalui kerja sama ini, JULO akan memberikan akses kredit di sektor perikanan.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM - PT. JULO Teknologi Finansial (JULO) telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan eFishery, Senin (6/12/2021) lalu.
CEO & Co-founder JULO, Adrianus Hitijahubessy mengatakan, kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis JULO untuk memperluas penyaluran akses kredit, terutama dalam sektor perikanan.
“Selain itu, kerja sama ini juga membantu eFishery dari segi permodalan dan pembiayaan para pembudidaya ikan agar semakin berkembang ke depannya,” ungkap Adrianus dalam keterangan resmi, Senin (13/12/2021).
Adrianus menuturkan, melalui kerja sama ini, JULO akan mendukung fitur Kabayan (Kasih, Bayar Nanti) Express dari eFisheryFund yang menghubungkan para pembudidaya secara langsung dengan berbagai institusi finansial.
Melalui fitur Kabayan Express, para pembudidaya dapat melakukan pembelian sarana produksi, terutama pakan ikan dengan berbagai merek, dengan limit kredit Rp 3 juta – Rp 20 juta dari produk kredit digital JULO.
“Hal ini diharapkan dapat memberikan keringanan pengeluaran bagi para pembudidaya dalam kegiatan sehari-hari, terutama sebelum masa panen,” ujarnya.
Seperti yang diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor ikan utama di dunia dan bahkan menyumbang kurang lebih tiga persen dari total Gross Domestic Product (GDP) Indonesia.
Fakta ini tentunya menunjukkan bahwa para pembudidaya senantiasa dihadapkan dengan kesempatan yang sangat besar dan permodalan yang baik dapat menjadi kunci penting.
Hanya saja, Adrianus menyayangkan, tingginya potensi perikanan Indonesia tidak dibarengi dengan literasi dan akses keuangan yang memadai bagi UMKM perikanan Indonesia, di mana fakta di lapangan, masih banyak masyarakat yang tergolong underbanked.
Kurangnya akses perbankan tergambar pada indeks inklusi keuangan Indonesia yang baru mencapai 76.19 persen di tahun 2021.
“Angka tersebut menunjukkan bahwa akses perbankan masih menjadi barang asing bagi sebagian masyarakat kita dan tidak menutup kemungkinan termasuk rekan pembudidaya,” kata Adrianus.
Sementara, CEO & Co-founder eFishery, Gibran Huzaifah menuturkan, salah satu misi eFishery adalah menciptakan ekonomi digital yang inklusif.
Pihaknya melihat pembudidaya sulit mendapatkan akses permodalan karena usahanya dianggap memiliki risiko yang tinggi dan tidak pasti.
“Oleh karena itu, kami mendirikan ekosistem akuakultur yang terintegrasi sehingga pembudidaya ikan dapat terhubung langsung dengan institusi finansial,” ujar Gibran.
Gibran menambahkan, saat ini lebih dari 6.000 pembudidaya ikan di seluruh Indonesia telah merasakan dampak positif dari ekosistem yang kami bangun.
“Didasari dari keinginan bersama untuk Indonesia yang lebih baik, besar harapan kami agar kerja sama dengan JULO dapat berjalan dalam waktu lama,” pungkas Gibran. (dip)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kerja-sama-julo-dengan-efishery.jpg)