Muktamar NU

Dikritik Gus Ipul NU Sedang Tidak Baik-baik Saja, Marsudi Ganti Sentil: Dia Tak Pernah Ke PBNU

Mantan Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut bahwa kondisi Nahadlatul Ulama (NU) sedang tidak baik-baik saja.

Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Diskusi Total Politik Muktamar NU Dalam Persimpangan Jalan Menuju 2024 di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/12/21). 

WARTAKOTALIVE.COM CIKINI -- Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut bahwa kondisi Nahadlatul Ulama (NU) sedang tidak baik-baik saja.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Besar Nahadlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud buka suara terkait hal itu.

Dirinya mengklaim kondisi PBNU sejauh ini selalu baik lantaran segala program dan rencana PBNU sejauh ini berjalan dengan lancar.

Video: Didukung oleh 28 PWNU Said Aqil Siradj Terima Pencalonan sebagai Ketum PBNU

Ia menyentil Gus Ipul yang dinilai tidak banyak berkontribusi  terhadap program-program PBNU.

"Ya, pantas saja Gus Ipul menyampaikan begitu, karena Gus Ipul sendiri tidak pernah ke PBNU. Nah kalau beliau berkecimpung di PBNU setiap harinya, melihat, ya akan bisa meyakini bahwa PBNU on the position," ucap Marsudi dalam Diskusi Total Politik Muktamar NU Dalam Persimpangan Jalan Menuju 2024 di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/12/21).

Marsudi melanjutkan, menyadari pernyataan Gus Ipul itu terkait hal yang terjadi di dalam internal tubuh PBNU terkait pelaksanaan Muktamar ke-34 NU.

Baca juga: Disorot Usai Ingatkan soal Belajar Agama, Jenderal Dudung Silaturahmi dengan Pimpinan PBNU

Baca juga: Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama, KH Imam Aziz: Masih Tunggu Keputusan PBNU

Kendati demikian, dirinya menegaskan bahwa saat ini telah disepakati Muktamar dilaksanakan pada 23 hingga 25 Desember 2021 di Lampung.

Ia juga menegaskan bahwa nama-nama kader yang muncul sebagai ketua umum sudah dipertimbangkan berdasarkan pertimbangan banyak hal.

Maka dari itu, dirinya tidak ingin publik berspekulasi terkait pelaksanaan Muktamar NU ke-34 mendatang.

"Tapi kan sudah selesai  masalah itu, PBNU sudah baik-baik saja kalau sekarang," ucapnya.

Baca juga: PWNU Jabar akan Berkirim Surat ke PBNU Bandung, Setuju Muktamar NU Diundur 2022

Selain itu, dirinya juga menanggapi pertanyaan publik yang menilai bahwa terdapat sejumlah partai politik yang memilih PBNU sebagai modal dukungan politik dalam kontestasi seperti pemilihan calon presiden atau wakilnya hingga sejumlah posisi penting lainnya di pemerintah pusat.

Menurutnya, bahwa PBNU merupakan organisasi yang memiliki nilai lebih di mata publik.

Marsudi merasa tidak heran apabila banyak pihak yang ingin mengajak PBNU dalam berbagai agenda, apakah itu politik ataupun sosial.

Baca juga: PBNU Trending usai Politisi Demokrat Usulkan Jusuf Kalla sebagai Calon Ketua Umum Hadapi Said Aqil

"Ya, NU itu organisasi sosial keagamaan yang anggotanya adalah individu-individu yang Insha Allah terbesar di dunia. Siapa saja akan melirik itu, siapa saja akan mengajak kerja sama untuk arah apa saja, tidak hanya politik, termasuk sosial," katanya. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved