Selasa, 12 Mei 2026

Minyak Goreng Makin Mahal, Pedagang Gorengan Terpaksa Memperkecil Dagangannya

Rosidi, seorang pedagang gorengan terpaksa mengecilkan ukuran dagangannya untuk menyiasati kenaikan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini.

Tayang:
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Rosidi (48), pedagang gorengan di Kramat Jati, Jakarta Timur terpaksa memperkecil dagangannya untuk menyiasati kenaikan harga minyak goreng belakangan ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rosidi, seorang pedagang  gorengan mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng yang terjadi belakangan ini.

Pria berusia 43 tahun itu, mengaku biasa membeli minyak goreng curah sebanyak 4 kilogram dengan harga Rp 80.000.

Ia juga menuturkan harga minyak goreng sebelumnya Rp17.000 per kilogram.

Baca juga: Minyak Goreng Curah Langka, Penjual Rempeyek di Koja Menjerit Kesusahan

Namun kini naik menjadi Rp 20.000.

Meski kenaikannya hanya sebesar Rp3.000, bagi pedagang kecil seperti Rosidi ini, dampaknya cukup terasa.

Pendapatannya dari hasil berdagang pun berkurang.

Lantaran harga minyak goreng yang naik, Rosidi terpaksa  menyiasatinya dengan memperkecil ukuran gorengan agar tak merugi.

"Ya, kita mau naikin harganya kasihan juga sama pembeli, ya udahlah kita kurang-kurangin aja bahan gorengannya jadi enggak gede-gede banget," ucap Rosidi di Kawasan Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (11/12/2021).

Rosidi juga mengatarkan sejak bulan Oktober, harga minyak goreng terus mengalami kenaikan.

"Ini enggak pernah turun nih, kayaknya sejak bulan Oktober, paling mahal biasanya Rp 17 ribu sekilo," tutupnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved