Jangan Lengah, Warga dihimbau Waspada Deman Berdarah Dengue di Tengah Pandemi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, mencatat per Oktober 2021, total kasus demam berdarah (DBD) di Kota Bekasi adalah sebesar 1.665 kasus. 

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Lilis Setyaningsih
Wartakotalive.com/Yolanda Putri Dewanti
Tanti Rohilawati 

WARTAKOTALIVE.COM,BEKASI SELATAN - Kepala Dinas Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terkait demam berdarah dengue (DBD) di masa saat ini.

Oleh itu, pola hidup bersih dan sehat harus selalu diterapkan.

Tanti menyebut jika kasus DBD di Kota Bekasi saat ini memang belum adanya peningkatan kasus, meski begitu hal ini perlu diantisipasi secara bersama-sama oleh masyarakat terkait kebersihan lingkungan.

"Di musim hujan bisa jadi ancaman, bagaiamana mereka membuang sampah, bagaimana lingkungannya, DBD nya diketahui sudah ada, meskipun DBD tidak tinggi seperti tahun sebelumnya," kata Tanti Rohilawati, Sabtu (11/12/2021).

Baca juga: Warga Bekasi Antusias Ikuti Vaksinasi Lansia di Stadion Patriot 

Baca juga: Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Tegaskan Tak Ada Bukti Valid Varian Omicron Masuk Wilayahnya

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, tercatat per Oktober 2021, total kasus demam berdarah (DBD) di Kota Bekasi adalah sebesar 1.665 kasus. 

Puncak naiknya penderita DBD terjadi di bulan Juni 2021 sebanyak 471 kasus.

Setelah itu, kasus terus menurun, tercatat ada 56 kasus di bulan Oktober. Dengan catatan ini, Tanti menekankan untuk tetap dapat diantisipasi secara bersama-sama.

"Tetap kita antisipasi , bagaimana pun kita meminimalisir, perilaku masyarakat hidup bersih dan sehatnya," katanya.

Baca juga: Waspada DBD, PMI Kota Tangsel Catat Peningkatan Permintaan Trombosit Beberapa Pekan Terakhir

Baca juga: Waspada, Ribuan Sumur Resapan di DKI Berpotensi Jadi Sarang Nyamuk DBD

Berkaitan peran penyuluhan di RT/RW terkait antisipasi DBD, dikatakan Tanti pihaknya akan kembali melakukan koordinasi untuk mengaktifkan kembali penyuluhan itu, sebab selama pandemi ada keterbatasan untuk melakukan penyuluhan.

Meski begitu, Tanti mengajak bahwa penyuluhan DBD juga bisa dilakukan tidak hanya secara tatap muka, namun juga bisa memanfaatkan sarana media sosial, ataupun juga masyarakat sekitar dapat berperan aktif mengantisipasi DBD.

"Penyuluhan itu kan nggak harus wilayah, tapi juga dilakukan di tempat lainnya. Penyuluhan bisa dilalui di masjid-masjid waktu itu, termasuk melalui radio, media sosial dan lainnya," ucapnya. (JOS).

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved