Breaking News:

Kriminalitas

Dewan Pers Tegaskan Adanya Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, LQ Indonesia Lawfirm Tagih Hak Jawab

Dewan Pers Tegaskan Adanya Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik, LQ Indonesia Lawfirm Tagih Hak Jawab. Berikut Selengkapnya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Helmy Santika bersama Pendiri sekaligus Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dewan Pers menyatakan redaksi majalah yang diduga melakukan pencemaran nama baik Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik.

Keputusan tersebut tertuang dalam Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Dewan Pers Nomor : 43/PPR-DP/XXI/2021 ter tanggal 3 Desember 2021.

Alasannya karena redaksi majalah itu tidak melakukan konfirmasi, tidak berimbang, dan memuat opini yang menghakimi dalam pemberitaan Edisi 71 berjudul 'Perkara Alvin Lim seperti duri dalam daging' dan '...Kemungkinan JPU menerima sesuatu'.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm, Sugi meminta redaksi majalah untuk memuat hak koreksi dan meminta maaf kepada Alvin Lim.

Apabila tidak dilakukan, pihaknya akan mengambil langkah hukum pidana terhadap Pemimpin Redaksi dan Penulis.

"Putusan Dewan Pers telah jelas, menyatakan redaksi melanggar kode etik jurnalistik, tidak berimbang dengan opini menghakimi," papar Sugi.

"Kami menuntut hak koreksi dan meminta maaf," tegasnya.

Hal tersebut ditegaskannya merujuk Pasal 18 Ayat 2 Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Apabila tidak melayani Hak Jawab bisa dipidana denda sebanyak-banyaknya Rp 500 juta.

"Tolong hormati putusan PPR Dewan Pers untuk minta maaf dan memuat hak jawab atas berita yang dinyatakan tidak berimbang dan opini menghakimi. Bukan justru menyatakan Dewan Pers lalai dan akan mengadukan ke Komite Etik atas putusan yang dirasa tidak adil," jelasnya.

Baca juga: Dewan Pers Ungkap Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Soal Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Alvin Lim

Baca juga: Solusi Piutang Tak Tertagih, Alvin Lim: Tempuh Jalur Hukum, Jangan Gunakan Debt Collector

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved