Breaking News:

Bubarkan FPI dan Ungkap Jaringan Terorisme, Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat ke Jokowi dan Polri

Peningkatan kepercayaan masyarakat itu sebagai efek ketegasan Jokowi dan Polri dalam mengatasi ormas intoleran dan radikalisme terorisme. 

Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (25/10/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Berdasarkan hasil survey nasional Indikator Indonesia beberapa waktu lalu memperlihatkan bahwa kepercayaan publik terhadap Presiden Jokowi meningkat menjadi 72 persen dan kepercayaan pada Polri meningkat mencapai 80 persen.

Peningkatan kepercayaan masyarakat itu dinilai sebagai efek ketegasan Jokowi dan Polri dalam mengatasi ormas intoleran dan radikalisme serta terorisme. 

Seperti membubarkan FPI, menolak memberi izin aksi 212 dan serta membekuk para pelaku terorisme di tataran intelektual dan bukan hanya aktor lapangannnya saja.

Hal itu dikatakan Akademisi Ade Armando yang juga pegiat media sosial dalam tayangan di akun YouTube CokroTV yang dilihat Wartakotalive.com, Kamis (8/12/2021).

"Para pembela Rizieq, FPI, 212 harus gigit jari.  Dua musuh mereka Presiden Jokowi dan Polri ternyata dipercaya masyarakat. Hasil survei nasional yang dilakukan indikator Indonesia menunjukkan kepercayaan publik terhadap Jokowi meningkat menjadi 72% dan kepercayaan pada Polri meningkat mencapai 80%. Ini artinya kampanye kaum islamis radikal untuk menjelek-jelekkan pemerintah gagal total alias Gatot," kata Ade.

Pada survei indikator Juli lalu hanya 59% masyarakat percaya pada presiden. Ini kata Ade, adalah angka yang relatif rendah.

Baca juga: Empat Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Jakarta Timur Diciduk Polisi

Baca juga: Waspada, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Tambah Tiga Pasien Virus Covid-19

Baca juga: Bikin Prihatin, Ribuan Angkot di Karawang Terhempas Akibat Pandemi Virus Corona

Sejumlah analis menganggap ketika itu nampak sebagai tanda-tanda menurunnya dukungan pada Jokowi mengingat angka 59% itu adalah dukungan terendah dalam 6 tahun terakhir.

"Namun penurunan itu ternyata bertahan sebentar. November ini dukungan terhadap Jokowi sudah kembali menguat. Dukungan terhadap Polri juga semakin kokoh. angka dukungan 80% ini adalah yang tertinggi dalam 8 tahun terakhir," ujar Ade.

Pada 2014 kata Ade, hanya 57% masyarakat yang percaya pada polisi. Pada 2016 angka itu naik menjadi 73%, pada 2017 72% dan tahun ini naik tajam menjadi 80%.

Angka-angka ini kata Ade penting karena baik Jokowi maupun Polri terus dihajar habis-habisan, tapi ternyata masyarakat tidak terperdaya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved